Logo Bloomberg Technoz

Terlebih lagi, tim riset Maybank Sekuritas, Jocelyn Santoso dan Paulina Margareta menilai, PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) berpotensi meraih manfaat utama dari peningkatan permintaan dari program Makan Bergizi Gratis (Nutritional Meal Programme/NMP) yang digencarkan Pemerintah.

“Saham JPFA tetap menjadi Saham Pilihan di sektor ini berkat valuasi yang menarik, dan dividend yield yang lebih tinggi,” mengutip riset Maybank tersebut, Rabu.

Dengan sentimen tersebut, Maybank meyakini harga Ayam Hidup akan tetap tangguh hingga tutup tahun, didukung pemangkasan kuota Grand Parent Stock (GPS) dan permintaan yang solid dari MBG.

“Perlu dicatat, kuota GPS dinaikkan menjadi 560.000 di FY25A untuk mengantisipasi peningkatan permintaan dari NMP,” tulis riset yang bertajuk Stronger Outlook bagi saham JPFA.

Dengan demikian, Maybank merevisi proyeksi penjualan bersih yang berpotensi melejit dengan masing–masing mencapai 4%, 21%, dan 27% pada 2025 hingga 2025-2027 yang mencerminkan prospek harga Ayam Hidup campuran yang lebih kuat.

Dalam riset terpisah, Maybank juga menjagokan saham CPIN dengan latarbelakang percepatan implementasi program MBG.

Adapun tim riset analis Sinarmas Sekuritas, yang terdiri Yosua Zisokhi dan Vita Lestari menyebut, program MBG yang dialokasikan sebesar Rp335 triliun pada 2026, meningkat signifikan dari Rp71 triliun pada 2025, menjadi katalis positif bagi industri poultry dalam negeri, menguntungkan CPIN dan juga JPFA.

Saham JPFA Year to Date (Bloomberg)

Selain potensi peningkatan penjualan, keterlibatan JPFA dalam program prioritas pemerintah ini juga dapat meningkatkan akses terhadap bahan baku pakan utama, seperti halnya jagung dan bungkil kedelai, serta stok bibit.

“Peran JPFA sebagai mitra resmi program MBG sejalan dengan strategi Perusahaan untuk memenuhi meningkatnya permintaan protein di Indonesia sekaligus menangkap peluang ekspansi,” papar tim riset Sinarmas, Rabu.

Sinarmas mengestimasi, lanjut riset tersebut, laba bersih JPFA pada tahun 2026 akan tumbuh mencapai 16,6% YoY dibanding tahun 2025, yang turut ditopang oleh potensi tambahan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG) Pemerintah.

Rekomendasi Saham

Sementara konsensus para analis yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 22 analis menghasilkan target harga saham CPIN berpotensi mencapai Rp5.904/saham, dalam 12 bulan kedepan.

Dengan 20 analis merekomendasikan beli saham CPIN dan 2 merekomendasikan rating tahan. Salah satunya adalah BRI Danareksa Sekuritas yang merekomendasikan beli saham CPIN dengan target harga Rp6.400/saham.

Kemudian, lebih potensial lagi, konsensus para analis yang dihimpun Bloomberg dengan melibatkan 26 analis, yang keseluruhannya menyematkan rekomendasi beli saham JPFA, menghasilkan target harga saham mencapai Rp2.322/saham, dalam 12 bulan kedepan.

Terbaru, analis Maybank Investment Banking Group memberikan rekomendasi beli saham JPFA dengan target harga Rp2.800/saham. Selanjutnya, analis Trimegah Securities memberikan rekomendasi beli dengan target harga yang sama.

(fad)

No more pages