Trump dan Kim sebelumnya sudah tiga kali bertemu langsung pada masa jabatan pertama Trump. Namun, pertemuan itu gagal membujuk Kim menghentikan pengembangan senjata nuklir. Sejak itu, Korut menolak kembali duduk satu meja dengan AS dan justru muncul sebagai sekutu utama Putin, mendukung perang Rusia di Ukraina.
Kim juga menuding latihan militer AS bersama sekutu-sekutunya di Asia sebagai penyebab instabilitas regional. Ia menolak tawaran Presiden Korea Selatan Lee Jae Myung soal denuklirisasi tiga tahap, yang disebutnya tak berbeda dengan upaya presiden sebelumnya untuk melucuti Korut.
“Kami tidak akan duduk bersama Korea Selatan, dan tidak akan melakukan apa pun bersama mereka,” ujar Kim.
Pidato Kim disampaikan bertepatan dengan kunjungan Presiden Lee ke New York, Senin, untuk menghadiri Sidang Umum Tahunan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Dalam forum tersebut, Lee diperkirakan akan memaparkan visi kebijakan luar negerinya, menjelang Korea Selatan menjadi tuan rumah KTT APEC di Gyeongju pada 31 Oktober mendatang. Trump sebelumnya menyatakan akan bertemu Xi di sela-sela acara tersebut.
Trump juga pernah mengatakan pada Agustus lalu bahwa ia ingin bertemu Kim tahun ini, sembari menyebut punya “hubungan yang sangat baik” dengan pemimpin Korut itu. Namun, masih belum jelas apakah kedua negara benar-benar tengah menjalin komunikasi.
“Menjamin keamanan dan menjaga perdamaian lewat kekuatan besar adalah pilihan kami yang tak berubah,” kata Kim. “Kami siap merespons apa pun.”
(bbn)




























