Logo Bloomberg Technoz

Gagalnya transaksi ini berpotensi memperlambat strategi merger dan akuisisi yang ditujukan untuk mendiversifikasi ekonomi Uni Emirat Arab dari ketergantungan pada minyak mentah.

XRG bersama konsorsium yang melibatkan Abu Dhabi Development Holding Co. dan Carlyle Group Inc. mengajukan penawaran indikatif pada Juni.

Dewan direksi Santos, produsen bahan bakar fosil terbesar kedua di Australia, merekomendasikan tawaran senilai $5,76 per saham—premi 28% dibanding harga pasar saat itu.

Meski saham Santos sempat melonjak pada hari pengumuman, nilainya tetap jauh di bawah harga penawaran, mengindikasikan skeptisisme investor atas kemampuan konsorsium menuntaskan kesepakatan.

Santos bahkan memperpanjang masa eksklusivitas hingga dua kali, dengan alasan konsorsium membutuhkan lebih banyak waktu untuk melakukan uji tuntas dan mengurus perizinan.

“Pasar akan mempertanyakan valuasi Santos setelah ini,” kata analis energi MST Marquee, Saul Kavonic, lewat email.

Platform migas lepas pantai./Bloomberg-Eric Thayer

Investor, menurutnya, bisa semakin waspada terhadap “masalah tersembunyi” karena XRG yang dikenal sebagai pembeli kurang sensitif harga pun akhirnya mundur.

American Depositary Receipts (ADR) Santos anjlok hingga 10% menjadi $4,66 pada Rabu.

Tantangan Global

Bagi Adnoc, akuisisi Santos akan memperkuat posisi di pasar LNG global, khususnya Asia, setelah sebelumnya mengamankan pasokan dari AS dan Afrika.

Namun, rekam jejak XRG dalam transaksi lintas negara masih terbatas. Upaya akuisisi terhadap Covestro AG, produsen kimia Jerman, juga terhambat investigasi persaingan usaha Uni Eropa.

Santos sendiri sudah berulang kali menolak pendekatan dari calon pembeli.

CEO Kevin Gallagher menjalankan strategi ekspansi agresif untuk meningkatkan produksi hingga 50% pada akhir dekade, meski sering menuai kritik dari investor yang menginginkan imbal hasil lebih besar.

Pada 2018, Santos menolak beberapa tawaran dari Harbour Energy Ltd. asal AS, sementara pembicaraan dengan Woodside Energy Group Ltd. kandas tahun lalu.

Penolakan Serikat Pekerja

Akuisisi oleh pihak asing juga menuai penolakan di dalam negeri. Offshore Alliance, aliansi serikat pekerja di Australia, pekan ini mendesak pemerintah memblokir penjualan Santos ke Adnoc dan mempertahankan kepemilikan lokal.

Santos dalam pernyataannya mengatakan dewan khawatir dengan keterlambatan penyusunan scheme implementation agreement yang dinilai penting untuk melindungi nilai transaksi dan membagi risiko secara adil.

Salah satu ganjalan disebut-sebut terkait permintaan agar XRG menanggung potensi beban pajak capital gain dari transaksi tersebut.

Sumber yang mengetahui perkara ini menegaskan kegagalan akuisisi bukan karena masalah regulasi atau temuan material dalam uji tuntas.

Meski demikian, Adnoc dan XRG menegaskan masih akan aktif berburu akuisisi.

Bulan ini, Adnoc telah mengalihkan aset senilai sekitar $120 miliar kepada XRG dengan memasukkan seluruh saham di perusahaan energi yang sebelumnya dipisah.

“XRG tetap berkomitmen mengejar peluang investasi bernilai tambah di sektor gas dan LNG, kimia, serta solusi energi,” kata perusahaan dalam pernyataannya. “Kami memiliki pipeline investasi yang dalam dan beragam.”

(bbn)

No more pages