Logo Bloomberg Technoz

Belakangan, porsi kepemilikan Repsol di Blok Corridor lewat Talisman makin susut ke level 24% setelah perpanjangan kontrak, dengan kepemilikan ConocoPhilips menjadi 46%, Pertamina 30% dan Repsol 24%.

Fasilitas pembangkit gas milik PT Medco Energy Internasional Tbk. di Blok Corridor, Sumatra Selatan./dok. Medco

Selang beberapa tahun setelah perpanjangan kontrak, PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC) mengakuisisi seluruh PI ConocoPhilips pada 2022 lalu, yang menempatkan emiten keluarga Panigoro itu menjadi pengendali Blok Corridor.

Di sisi lain, Repsol memutuskan untuk melepas seluruh sahamya di Blok Corridor kepada Medco pada Juli 2025, dengan nilai transaksi mencapai US$425 juta atau sekitar Rp6,89 triliun (asumsi kurs Rp16.300 per dolar AS).

Selang beberapa bulan setelah divestasi Blok Corridor, Repsol & Medco turut menyepakati transaksi anyar untuk Blok Sakakemang & Blok South Sakakemang, dua blok tahap eksplorasi yang dikendalikan raksasa energi asal Spanyol tersebut.

Kendati belum mendapat persetujuan dari pemerintah, kedua perusahaan telah mencapai kata sepakat untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Pengumuman transaksi divestasi dua aset migas itu diungkap Medco pada 16 September 2025.

Seperti Blok Corridor, Repsol mendapat hak partisipasi Blok Sakakemang lewat akuisisi Talisman Energy pada 2015. Saat itu, Repsol berkomiten untuk melanjutkan komitmen eksplorasi yang dijanjikan Talisman ke pemerintah.

Raksasa migas berkantor pusat di Madrid itu memegang 45% hak partisipasi di Blok Sakakemang. Sisa saham lainnya dipegang Petronas sebesar 45% dan 10% lainnya diisi oleh Mitsui Oil Exploration (MOECO).

Sementara itu, Repsol baru mendapat kontrak untuk Blok South Sakakemang pada 2019 bersama dengan mitranya, MOECO. Repsol memegang 80% hak partisipasi dan sisanya dipegang MOECO.

Bisnis Pelumas

Kendati melepas bisnis hulu migas, manajemen Repsol memastikan bakal tetap melanjutkan bisnis pelumas di Indonesia.

“Repsol tetap ada di Indonesia karena punya bisnis hilir pelumas,” kata Stakeholders Relations Manager Repsol Indonesia Amir Faisal Jindan saat dikonfirmasi, Kamis (18/9/2025).

Repsol masuk ke bisnis pelumas di Indonesia lewat pembentukan usaha patungan bersama dengan United Global Limited, setelah membeli 40% saham pabrikan dan distributor pelumas United Oil Company yang berbasis di Singapura.

Transaksi itu rampung pada September 2019 yang menandakan ekspansi Repsol di pasar pelumas Indonesia.

Melalui kemitraan tersebut, PT Pacific Lubritama Indonesia (PLI) yang memproduksi merek United Oil, Bell1, US Lube, Hydropure dan Ichiro juga akan mengelola bisnis untuk pelumas Repsol untuk pasar Indonesia.

Usaha patungan itu memproduksi pelumas untuk segmen otomotif maupun industri di Singapura, Indonesia, serta mendistribusikan produk bermerek Repsol di Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Vietnam.

Lini Waktu

2015 : Repsol masuk ke Blok Corridor setelah akuisisi saham Talisman Energy

2015 : Repsol ambilalih pengendali Blok Sakakemang setelah akuisisi Talisman Energy

2019 : Repsol mendapat kontrak Blok South Sakakemang bersama dengan MOECO

2019: Repsol masuk bisnis pelumas di Indonesia lewat usaha patungan bersama United Global Limited

2024: Porsi saham Repsol menyusut di Blok Corridor

Juli 2025 : Repsol jual seluruh hak partisipasi Blok Corridor ke Medco

16 September 2025 : Repsol kembali sepakat jual seluruh hak partisipasi Sakakemang & South Sakakemang ke Medco

2025: Repsol memastikan akan tetap melanjutkan bisnis pelumas di Indonesia

(naw/wdh)

No more pages