Berdiri di samping Netanyahu di Yerusalem pada Senin, Rubio mendukung tujuan Israel untuk menghancurkan Hamas di medan perang. Meski AS ingin kelompok Islamis itu bernegosiasi, meletakkan senjatanya, dan membebaskan 48 sandera yang masih ditahan, "mungkin pada akhirnya diperlukan operasi militer yang singkat untuk melenyapkan mereka," katanya.
Dia juga menyarankan agar Perjanjian Abraham—serangkaian kesepakatan yang membuat beberapa negara Arab, termasuk Uni Emirat Arab, mengakui Israel lima tahun lalu—diperluas.
Hal ini merupakan tujuan penting bagi Trump, tetapi tampaknya semakin mustahil lantaran pemerintah Timur Tengah marah pada Israel seiring perang di Gaza terus berlanjut. Rasa frustrasi mereka semakin meningkat setelah serangan 9 September terhadap Qatar.
Pada Senin malam, para pemimpin Teluk, termasuk Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman, bertemu di Doha dan mengutuk serangan Israel terhadap Qatar. Arab Saudi sebelumnya menyebut serangan itu sebagai "tindakan kriminal."
Qatar, bersama Mesir, menjadi perantara utama antara Israel dan Hamas sejak perang di Gaza meletus pada Oktober 2023. Konflik ini dimulai dengan serangan kelompok Palestina tersebut terhadap negara Yahudi.
Israel memulai mempersiapkan serangan ke Kota Gaza, rumah bagi sekitar satu juta orang dan ibu kota de facto wilayah Mediterania tersebut, sekitar sebulan lalu.
Meski pasukan belum memasuki jantung kota di utara, Israel telah meningkatkan serangan udaranya, meratakan beberapa gedung pencakar langit. Israel telah memerintahkan warga sipil untuk meninggalkan wilayah tersebut. Mereka mengatakan sekitar 320.000 orang telah mengungsi ke selatan sejauh ini.
Banyak pemerintah dunia mendesak Israel untuk menghentikan rencananya, mengatakan serangan tersebut akan memperparah penderitaan warga sipil Palestina.
Menurut Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas, lebih dari 64.000 orang tewas di Gaza sejak israel memulai agresinya. Badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan menyatakan bencana kelaparan di sebagian wilayah tersebut. Serangan Hamas ke Israel pada 7 Oktober 2023 menewaskan 1.200 orang.
(bbn)
































