Logo Bloomberg Technoz

Setiap sekolah memiliki batas kuota tertentu untuk menentukan siswa eligible. Kuota ini dihitung berdasarkan akreditasi sekolah. Semakin tinggi akreditasi, semakin besar pula jumlah siswa yang bisa masuk kategori eligible.

  • Akreditasi A: 40% siswa terbaik di sekolah.

  • Akreditasi B: 25% siswa terbaik di sekolah.

  • Akreditasi C atau lainnya: 5% siswa terbaik di sekolah.

Selain itu, sekolah yang menggunakan sistem e-rapor akan mendapatkan tambahan kuota 5%. Dengan begitu, siswa dari sekolah berakreditasi tinggi memiliki peluang lebih besar untuk masuk daftar eligible.

Namun, meskipun kuota sekolah menentukan peluang awal, siswa tetap harus menunjukkan kualitas prestasi agar masuk dalam kelompok tersebut.

Peran Sekolah dalam Penentuan Eligible

Agar siswanya bisa masuk kategori eligible, sekolah juga harus memenuhi sejumlah persyaratan penting. Sekolah yang tidak memenuhi syarat ini bisa saja membuat siswa kehilangan kesempatan ikut SNBP.

Syarat sekolah meliputi:

  • Terdaftar resmi dengan Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN).

  • Melakukan pengisian rapor siswa di PDSS secara lengkap dan benar.

  • Memiliki akun SNPMB Sekolah untuk mengelola data PDSS.

  • Menjamin keabsahan data, karena pelanggaran atau manipulasi dapat berujung sanksi.

Dengan kata lain, peran sekolah sangat penting dalam memastikan kelancaran proses seleksi, mulai dari verifikasi data hingga memastikan jumlah kuota siswa eligible sesuai aturan.

Syarat Siswa untuk Menjadi Eligible

Ilustrasi Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). (Envato)

Selain sekolah, siswa juga wajib memenuhi syarat-syarat tertentu agar bisa masuk ke dalam kuota eligible. Beberapa di antaranya adalah:

  1. Siswa kelas terakhir SMA/SMK/MA pada tahun ajaran 2025

  2. Memiliki NISN dan terdaftar di PDSS.

  3. Nilai rapor sesuai dengan ketentuan pengisian PDSS.

  4. Memiliki prestasi akademik maupun non-akademik yang relevan.

  5. Memenuhi persyaratan khusus program studi atau PTN tujuan.

Dengan syarat ini, jelas terlihat bahwa penentuan eligible bukan hanya tanggung jawab sekolah, melainkan juga hasil dari konsistensi siswa dalam belajar dan berprestasi.

Strategi Siswa Agar Masuk Daftar Eligible

Menjadi siswa eligible dalam SNBP 2026 bukanlah hal yang instan. Ada beberapa langkah strategis yang bisa dilakukan sejak awal masa sekolah menengah.

Pertama, menjaga nilai rapor secara konsisten. Karena penilaian utama berasal dari semester 1–5, siswa tidak bisa hanya mengandalkan nilai di akhir masa sekolah. Konsistensi nilai menjadi faktor penting yang menentukan posisi dalam peringkat sekolah.

Kedua, aktif mengikuti kegiatan non-akademik. Prestasi di bidang olahraga, seni, organisasi, atau lomba akademik bisa menjadi nilai tambah yang dipertimbangkan PTN.

Ketiga, memilih program studi sesuai kemampuan. Walau eligible, siswa tetap perlu menyesuaikan pilihan jurusan dengan kekuatan akademik maupun minat agar peluang diterima lebih besar.

Keempat, memahami aturan dari setiap PTN tujuan. Beberapa kampus mungkin memiliki syarat tambahan, seperti skor bahasa Inggris, nilai mata pelajaran tertentu, atau sertifikat prestasi.

Tantangan dalam Menjadi Eligible

Meskipun terdengar sederhana, menjadi siswa eligible menghadapi tantangan tersendiri. Persaingan antar siswa di sekolah, keterbatasan kuota, hingga perbedaan akreditasi sekolah dapat mempengaruhi peluang.

Siswa dari sekolah dengan akreditasi rendah memiliki kuota lebih kecil sehingga persaingan menjadi lebih ketat. Di sisi lain, sekolah berakreditasi tinggi dengan banyak siswa berprestasi juga menimbulkan kompetisi yang tidak kalah sulit.

Selain itu, faktor konsistensi nilai juga menjadi tantangan besar. Siswa yang pernah mengalami penurunan nilai di semester tertentu bisa kehilangan posisi dalam daftar eligible, meskipun memiliki prestasi tambahan.

Pentingnya Persiapan Dini

Ilustrasi Pelajar Sekolah Menengah Atas (SMA). (Envato)

Melihat mekanisme SNBP 2026, jelas bahwa persiapan sejak dini sangatlah penting. Siswa tidak bisa hanya mengandalkan nilai di kelas 12, melainkan harus menjaga performa akademik sejak kelas 10.

Sekolah juga diharapkan memberikan bimbingan kepada siswa mengenai pentingnya eligible dan bagaimana strategi mencapainya. Dengan bimbingan tersebut, siswa bisa lebih terarah dalam mempersiapkan diri menghadapi persaingan.

Selain itu, orang tua juga berperan penting dalam memberikan dukungan motivasi dan fasilitas agar anak tetap konsisten belajar dan berprestasi.

Transparansi Proses SNBP 2026

SNPMB menegaskan bahwa seluruh proses seleksi SNBP dilakukan secara transparan. Penentuan siswa eligible berbasis pada data yang diinput ke PDSS dan bukan hasil negosiasi atau manipulasi.

Sekolah dan siswa diingatkan untuk berhati-hati terhadap pihak-pihak yang menjanjikan bisa meloloskan SNBP dengan imbalan tertentu. Praktik semacam itu dipastikan tidak benar dan bisa merugikan siswa.

Menjadi siswa eligible dalam SNBP 2026 adalah langkah penting untuk bisa bersaing di jalur prestasi menuju perguruan tinggi negeri. Status eligible ditentukan oleh kombinasi faktor sekolah, kuota akreditasi, konsistensi nilai rapor, serta prestasi tambahan yang dimiliki siswa.

Dengan persiapan sejak dini, dukungan sekolah, serta strategi belajar yang konsisten, siswa memiliki peluang lebih besar untuk masuk daftar eligible. Hal ini bukan hanya membuka jalan ke PTN favorit, tetapi juga menjadi wujud nyata dari usaha dan dedikasi selama masa sekolah menengah.

(seo)

No more pages