Logo Bloomberg Technoz

Jalur kedua adalah melalui aplikasi Cek Bansos yang dapat diunduh gratis di Google Play Store maupun App Store.

Kedua jalur tersebut dirancang agar mudah digunakan, bahkan bagi warga yang tidak terbiasa dengan teknologi digital. 

Panduan lengkap disediakan sehingga proses pengecekan dapat berjalan tanpa kendala. Dengan begitu, setiap orang dapat memastikan haknya secara mandiri tanpa harus menunggu informasi dari pihak lain.

Cara Cek Bansos PKH Lewat Situs Kemensos

Untuk mengecek status melalui situs resmi, langkah yang harus dilakukan cukup sederhana. Pertama, kunjungi laman cekbansos.kemensos.go.id. 

Setelah itu, lengkapi data sesuai identitas KTP, mulai dari provinsi, kabupaten atau kota, kecamatan, hingga desa atau kelurahan.

Langkah berikutnya adalah memasukkan nama lengkap penerima manfaat sesuai KTP di kolom yang tersedia. 

Setelah itu, ketik ulang empat huruf kode captcha yang muncul sebagai verifikasi. Jika sudah, tekan tombol “Cari Data”.

Sistem akan langsung menampilkan informasi apakah nama yang dimasukkan terdaftar sebagai penerima PKH atau tidak. 

Jika terdaftar, masyarakat bisa melihat detail status kepesertaan, jenis bantuan, hingga periode penyaluran.

Cara Cek Bansos PKH Lewat Aplikasi

Ilustrasi Aplikasi Cek Bansos (Diolah)

Bagi masyarakat yang lebih nyaman menggunakan aplikasi, tersedia opsi “Cek Bansos” yang dapat diunduh melalui Play Store maupun App Store.

Setelah aplikasi terpasang, pengguna diminta untuk membuat akun baru jika belum pernah mendaftar.

Dalam proses pendaftaran, warga harus mengisi data diri lengkap, termasuk membuat username dan password. 

Setelah akun aktif, login dapat dilakukan dengan mudah menggunakan data yang sudah dibuat.

Pada halaman utama aplikasi, pilih menu “Cek Bansos” di bagian atas layar. Kemudian isi data sesuai KTP, mulai dari provinsi hingga kelurahan. 

Masukkan nama lengkap sesuai identitas, lalu tekan “Cari Data”. Dalam hitungan detik, hasil pencarian akan muncul dan menunjukkan apakah nama yang dimasukkan termasuk penerima bansos PKH.

Jadwal Pencairan Bansos PKH 2025

Ilustrasi Kalender 2025 (Envato)

Kemensos juga telah merilis jadwal pencairan bansos PKH tahun 2025. Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pencairan dilakukan secara triwulanan atau empat tahap dalam satu tahun.

Tahap pertama dilakukan pada Januari hingga Maret. Tahap kedua berlangsung pada April hingga Juni. 

Tahap ketiga dilaksanakan pada Juli hingga September, dan tahap keempat dilakukan pada Oktober hingga Desember.

Namun, jadwal tersebut bisa saja berbeda di setiap daerah. Hal ini bergantung pada proses administrasi serta teknis penyaluran oleh pihak bank penyalur yang tergabung dalam Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) maupun kantor pos di masing-masing wilayah.

Pemerataan dan Transparansi

Kebijakan pengecekan bansos PKH dengan KTP ini juga dinilai sebagai langkah penting untuk meningkatkan transparansi. Masyarakat bisa langsung memverifikasi status penerima tanpa harus melalui perantara. 

Dengan begitu, potensi penyalahgunaan maupun informasi yang simpang siur bisa diminimalisir.

Selain itu, sistem daring ini memberikan kesempatan yang lebih adil bagi seluruh masyarakat. Siapa pun bisa mengakses informasi dengan cepat, sehingga tidak ada lagi alasan keterlambatan informasi terkait hak sebagai penerima bansos.

Manfaat Digitalisasi dalam Penyaluran Bansos

Aplikasi Cek Bansos (Diolah)

Perubahan mekanisme ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendorong digitalisasi layanan publik. 

Penggunaan teknologi mempermudah proses administrasi, mengurangi antrean di kantor kelurahan, sekaligus meningkatkan akurasi data penerima.

Dengan adanya aplikasi dan portal daring, warga di daerah terpencil sekalipun tetap memiliki kesempatan yang sama untuk mengecek hak mereka. 

Asalkan memiliki perangkat ponsel dan akses internet, proses bisa dilakukan tanpa harus bepergian jauh.

Tantangan yang Masih Ada

Meski memberikan banyak kemudahan, penerapan sistem ini juga memiliki tantangan tersendiri. Salah satunya adalah keterbatasan akses internet di sejumlah wilayah. 

Warga di daerah pedesaan yang belum memiliki jaringan stabil bisa kesulitan mengakses laman maupun aplikasi.

Selain itu, masih ada sebagian masyarakat yang belum terbiasa menggunakan teknologi digital.

Pemerintah bersama perangkat desa perlu memberikan edukasi agar semua lapisan masyarakat bisa memanfaatkan layanan ini secara optimal.

Harapan Masyarakat

Banyak warga berharap agar sistem baru ini tidak hanya mempermudah pengecekan, tetapi juga menjamin pencairan tepat waktu. 

Selama ini, keterlambatan pencairan sering menjadi kendala, terutama bagi keluarga penerima manfaat yang benar-benar bergantung pada bantuan tersebut.

Masyarakat juga menantikan adanya peningkatan transparansi dari pihak bank penyalur maupun kantor pos. 

Dengan sistem daring yang terintegrasi, diharapkan tidak ada lagi kebingungan terkait jadwal pencairan atau jumlah bantuan yang diterima.

Langkah ke Depan

Warga antre membeli sembako murah di Kecamatan Tanah Abang, Jakarta, Rabu (21/2/2024). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Kemensos berkomitmen untuk terus menyempurnakan sistem penyaluran bansos PKH. Peningkatan kualitas layanan digital, perbaikan database penerima, serta koordinasi dengan pemerintah daerah akan menjadi fokus utama ke depan.

Dengan cara ini, bansos PKH diharapkan dapat benar-benar tepat sasaran, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang membutuhkan. 

Digitalisasi bukan hanya soal teknologi, tetapi juga soal keadilan sosial yang merata di seluruh pelosok negeri.

Kemudahan mengecek bansos PKH hanya dengan KTP adalah salah satu inovasi besar dalam pelayanan publik di Indonesia.

Melalui portal resmi dan aplikasi Cek Bansos, masyarakat kini bisa mengakses informasi secara cepat, transparan, dan mandiri.

Dengan jadwal pencairan yang sudah ditetapkan sepanjang tahun 2025, penerima manfaat hanya perlu memantau secara berkala melalui laman atau aplikasi. 

Meskipun masih ada tantangan dalam hal akses internet dan literasi digital, langkah ini patut diapresiasi sebagai bentuk modernisasi layanan sosial.

Harapan besar kini tertuju pada konsistensi pemerintah dalam menjaga ketepatan waktu pencairan, transparansi, dan pemerataan hak. Bansos PKH bukan hanya soal bantuan finansial, melainkan juga simbol kepedulian negara terhadap warganya yang membutuhkan.

(seo)

No more pages