Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, harga realisasi rata-rata nickel matte pada kuartal II-2025 mencapai US$12.091 per ton, naik tipis dari kuartal sebelumnya yang senilai US$11.932. Hal tersebut, menurutnya, dipengaruhi meningkatnya volume pengiriman nickel matte yang dilakukan perseroan.

“Di mana ini [rata-rata realisasi harga nickel matte] mengalami penurunan sekitar 10% jika dibandingkan dengan periode yang dimulai sebelumnya,” ucap Rizky dalam kesempatan yang sama.

Khusus pada kuartal II-2025, INCO telah menjual 18.023 ton nickel matte, realisasi penjualan ini lebih tinggi dari kuartal sebelumnya di level 17.027 ton.

Adapun, pada kuartal II-2025, perusahaan mencatatkan laba bersih US$3,5 juta atau anjlok tajam 86% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya (quarter to quarter) sebesar US$21,8 juta.

Selanjutnya, pendapatan perusahaan naik 6,6% menjadi US$220,2 juta jika dibandingkan dengan kuartal I-2025 sebesar 206,5 juta. Dalam kaitan itu, perusahaan mencatat EBITDA sebesar US$40 juta atau turun 6,6% dari kuartal sebelumnya senilai US$51,7 juta.

Pesisir Bahodopi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah./Bloomberg-Dimas Ardian

Untuk diketahui, Vale saat ini tengah mengembangkan tiga tambang besar tersebar di Bahodopi, Pomalaa, dan Sorowako yang dikombinasikan dengan pembangunan fasilitas smelter nikel hidrometalurgi yang digarap bersama GEM Co. Ltd. dan Danantara.

Vale juga menargetkan penjualan bijih nikel kadar tinggi atau saprolit sampai 2,2 juta ton sepanjang tahun ini, usai mendapatkan persetujuan revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB) yang baru untuk blok Bahodopi, Sulawesi Tengah.

Tambang Bahodopi menjadi salah satu proyek strategis perseroan dalam diversifikasi produk. Dengan masuknya Bahodopi ke tahap produksi, INCO bisa meningkatkan eksposur penjualan saprolit, yang sebelumnya bertumpu pada nickel matte.

Setelah itu, proyek Pomalaa dijadwalkan menyusul pada kuartal II-2026, sedangkan Sorowako akan menjadi tahap akhir dari rangkaian ekspansi Vale Indonesia. Ketiga tambang tersebut sepenuhnya dimiliki oleh perusahaan.

Dalam pengembangan lini hilir, Vale bermitra dengan sejumlah pemain global untuk membangun fasilitas smelter high pressure acid leach (HPAL).

Untuk proyek Pomalaa, Vale telah bekerja sama dengan Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd. (Huayou) dan Ford Motor Co dalam pembangunan smelter-nya.

Untuk Bahodopi, proyek dilakukan bersama GEM Hong Kong International Co. Ltd., serta Danantara. Sementara itu, di Sorowako, Vale kembali berkolaborasi dengan Huayou.

(azr/wdh)

No more pages