Merger 3 Anak Usaha
Dalam kesempatan yang sama, Simon juga mengungkapkan korporasi tengah berencana menggabungkan tiga subholding-nya di lini hilir migas, yakni; PT Pertamina Patra Niaga (PPN), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan PT Pertamina International Shipping (PIS).
Simon menjelaskan tiga anak usaha—yang masing-masing bergerak di bisnis SPBU, kilang, serta pengapalan — Pertamina tersebut akan dilakukan penggabungan (merger) untuk memperkuat operasional bisnis sektor hilir perusahaan pelat merah tersebut dan dirampungkan tuntas pada akhir tahun ini.
“Supaya lebih efektif, memang ada beberapa kajian di kita untuk menggabungkan antara Kilang [KPI], PIS, dan PPN. Iya, nanti akan digabungkan,” kata Simon ditemui awak media di Kompleks Parlemen.
"[...] Kita targetkan akan selesai pada akhir 2025 ini," tegasnya.
Menurut Simon, penggabungan tiga subholding tersebut dilakukan untuk memitigasi penurunan laba perusahaan akibat kondisi pasar dan komoditas global yang diklaim sedang tak mendukung.
Akibat permintaan dan harga yang turun, Simon menyatakan margin keuntungan yang didapatkan akhirnya makin kecil. Produksi kilang milik Pertamina, padahal, sedang meningkat karena banyaknya kilang baru.
“Nah, dengan marginnya makin kecil, tentunya secara keseluruhan, secara konsolidasi kan akan berpengaruh kurang baik ke bottom line perusahaan,” tegas Simon.
Sempat Direncanakan
Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Kartika Wirjoatmodjo sebelumnya mengungkapkan teknis penggabungan atau merger PT Garuda Indonesia Tbk dengan Pelita Air belum dapat terlaksana. Hal itu karena masih ada laporan yang perlu lebih dulu dikeluarkan oleh Garuda Indonesia.
“Belum, kami lagi tunggu laporan akhir tahun Raruda dulu,” kata Tiko sapaan akrabnya, medio Januari 2024.
Tiko sebelumnya pernah mengatakan merger akan dilakukan di level Citilink, yang merupakan anak usaha Garuda Indonesia. Merger dilakukan dengan memindahkan lisensi dan pesawat.
"Lisensi dan pesawat Pelita Air nanti akan dipindahkan ke Citilink. Jadi, sifatnya pemindahan pesawat dan lisensinya. PT -nya akan tetap terpisah di bawah Garuda, ada Garuda dan Citilink, serta ada Citilink dan Pelita," kata Tiko.
(azr/wdh)






























