Rebound harga obligasi pemerintah Indonesia hari ini berlangsung ketika rupiah berhasil membalik cerita. Rupiah di pasar spot dibuka menguat dan mempertahankan penguatan sampai tengah hari ini di level Rp16.456/US$. Itu menjadikan rupiah sebagai mata uang dengan penguatan terbanyak kedua di Asia hari ini setelah dolar Taiwan.
Tak cukup sampai di situ, indeks saham juga bangkit dengan penguatan saat ini mencapai 1,23% di level 7.720.
Membaiknya sentimen di pasar keuangan RI hari ini menghentikan tekanan yang berlangsung dalam dua hari beruntun semenjak pengumuman reshuffle kabinet, termasuk penggantian Menteri Keuangan Sri Mulyani, keluar pada Senin.
Selain itu, pasar juga relatif mulai tengah menyusul pernyataan Menteri Keuangan baru Purbaya Yudhi Sadewa yang berjanji akan memastikan defisit fiskal Indonesia tak melampaui batas atas 3%.
Purbaya memastikan defisit APBN bakal tetap dijaga sembari menepis keraguan sebagian pihak soal pengelolaan keuangan negara ke depan.
“Kita akan ikutin undang-undang yang ada. Itu kan bukan keputusan saya, itu keputusan pemerintah secara keseluruhan," kata Purbaya usai rapat terbatas di Istana Negara, Jakarta, Selasa (9/9/2025).
Purbaya, kementeriannya bakal mengoptimalkan belanja negara untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Dengan demikian, kata dia, rasio utang terhadap PDB bisa stabil.
"Jadi kuncinya di situ, optimalkan dana yang ada, program yang ada, supaya pertumbuhan bisa lebih cepat sehingga debt to GDP steady atau stabil," tuturnya.
Sejalan dengan hal tersebut, Purbaya memastikan koordinasi dengan otoritas moneter akan diperkuat agar kebijakan fiskal dan moneter tidak saling menekan terlebih dalam menjaga likuiditas sistem keuangan.
"Saya sudah bicara sama Deputi Senior BI dengan izin presiden juga, ke depan kita akan mengambil langkah-langkah yang perlu," tuturnya.
(rui)































