Berdasarkan data Bloomberg, merah dan terbenamnya IHSG merupakan pengaruh langsung turunnya banyak saham Big Caps, terutama saham DSSA yang menyeret IHSG di zona merah secara keseluruhan.
Saham DSSA ditutup melemah 5.725 poin atau dengan kehilangan 5,16% ke level Rp105.125/saham dengan sebanyak 1 juta saham ditransaksikan dengan nilai Rp119 miliar.
Lebih dalam lagi, saham PANI ambles 900 poin atau dengan pelemahan mencapai 6,28% ke posisi Rp13.425/saham dengan 23 juta saham diperjualbelikan mencapai senilai Rp329 miliar.
Berikut 10 saham terberat lainnya yang membuat IHSG ada di zona merah, berdasarkan data Bloomberg.
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) mengurangi 22,04 poin
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) mengurangi 13,24 poin
- Bank Central Asia (BBCA) mengurangi 12,54 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 11,42 poin
- Bank Mandiri (BMRI) mengurangi 9,66 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) mengurangi 9,44 poin
- Chandra Asri Pacific (TPIA) mengurangi 7,91 poin
- Sinar Mas Multiartha (SMMA) mengurangi 4,4 poin
- GoTo Gojek Tokopedia (GOTO) mengurangi 4,3 poin
- Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) mengurangi 3,74 poin
Adapun saham–saham unggulan LQ45 juga menjadi pemberat pelemahan IHSG, saham PT Indosat Tbk (ISAT) drop 3,91%, saham PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BRIS) terpeleset di zona merah dengan melemah 3,88%, dan saham PT Indah Kiat Pulp and Paper Corp Tbk (INKP) ditutup perdagangan hari ini turun 3,81%.
Begitu juga dengan saham PT Bank Jago Tbk (ARTO) yang melemah 3,25%. Saham PT XLSmart Tbk (EXCL) dengan minus 2,99%. Dan saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) negatif di zona merah dengan pelemahan 2,88%.
Mengutip riset Mirae Asset Sekuritas siang hari ini, secara teknikal, terdapat pelebaran negatif slope pada MACD serta Stochastic RSI hingga membentuk death cross.
“Sehingga kami memperkirakan IHSG berpotensi lanjutkan pelemahan menuju level 7.625–7.600 pada perdagangan Sesi II,,” sebut riset Mirae Asset.
Selain itu, pelaku pasar juga mencermati keputusan Presiden Prabowo untuk melakukan reshuffling beberapa menteri kabinet, di mana Purbaya Yudhi Sadewa menggantikan Sri Mulyani sebagai menteri keuangan.
“Pasar merespons kurang positif karena Sri Mulyani dipandang sebagai simbol kredibilitas fiskal Indonesia, sehingga akan menambah ketidakpastian pasar dalam jangka pendek,” mengutip riset Panin Sekuritas.
Rupiah melemah 0,78% siang hari ini di posisi Rp16.437/US$. akibat ketidakpastian kondisi ekonomi Indonesia pasca reshuffling menteri kabinet.
(fad/aji)

























