Rusia meningkatkan intensitas serangan udara dalam beberapa bulan terakhir. Perserikatan Bangsa-Bangsa mencatat Juli menjadi salah satu bulan paling mematikan bagi warga sipil sejak Mei 2022. Pada 28 Agustus lalu, serangan di Kyiv menewaskan sedikitnya 25 orang.
Pemimpin-pemimpin Eropa kian mengkhawatirkan kemungkinan Rusia tengah mempersiapkan serangan baru ke Ukraina. Dalam pertemuan dewan keamanan di Toulon akhir bulan lalu, pejabat Jerman dan Prancis membahas keberadaan pasukan Rusia yang terkonsentrasi di luar Pokrovsk, basis pertahanan Ukraina di Donetsk timur.
Upaya Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menengahi perdamaian, termasuk pertemuan dengan Presiden Vladimir Putin di Alaska bulan lalu, belum menunjukkan hasil nyata. Moskow masih enggan berkomitmen pada gencatan senjata. Putin pekan lalu menyatakan, bila Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy siap bernegosiasi, ia dipersilakan datang ke Moskow.
Namun Zelenskiy menolak. Dalam wawancara dengan ABC News pada Jumat, ia menegaskan, “Kalau Putin mau, biar dia datang ke Kyiv. Saya tidak bisa pergi ke Moskow ketika negara saya dihantam rudal setiap hari. Saya tidak bisa pergi ke ibu kota teroris itu.”
(bbn)






























