Sementara itu, Chaikasem yang merupakan mantan menteri maju sebagai kandidat dari kubu oposisi yang dipimpin Partai Pheu Thai, dengan dukungan tokoh berpengaruh sekaligus mantan perdana menteri Thaksin Shinawatra.
Pemungutan suara ini berlangsung sehari setelah Thaksin mendadak meninggalkan Thailand menuju Dubai dengan alasan pemeriksaan kesehatan. Namun kepulangannya terjadi hanya beberapa hari sebelum vonis pengadilan yang berpotensi membuatnya dipenjara, sehingga menambah ketidakpastian atas masa depan klan politik Shinawatra yang telah mendominasi politik Thailand selama puluhan tahun.
Anutin sendiri memiliki rekam jejak panjang di kabinet lintas spektrum politik Thailand, mulai dari era populis Thaksin Shinawatra, pemerintahan militer di bawah Prayuth Chan-Ocha, hingga yang terbaru bersama Paetongtarn Shinawatra. Hampir satu dekade terakhir, ia dikenal memainkan peran sebagai “kingmaker” koalisi dengan memanfaatkan jaringan politik daerah dan hubungan bisnis. Sebuah dokumen diplomatik AS tahun 2009 yang dibocorkan WikiLeaks bahkan menyebut Anutin dekat dengan putra mahkota kala itu.
Proses pembentukan pemerintahan baru dipicu keputusan Mahkamah Konstitusi yang memberhentikan Paetongtarn Shinawatra dari jabatan perdana menteri karena pelanggaran etika, sekaligus memecah koalisinya. Pemerintahan sementara yang dipimpin Pheu Thai gagal membubarkan parlemen untuk menghalangi naiknya Anutin ke tampuk kekuasaan.
Jika resmi terpilih, Anutin yang kini berusia 58 tahun akan memimpin koalisi rapuh berisi partai-partai pro-kemapanan. Partai-partai ini sebelumnya juga menjadi penghalang bagi Move Forward — pendahulu People’s Party — untuk membentuk pemerintahan setelah pemilu 2023. Sesuai kesepakatan dengan People’s Party, Anutin diwajibkan membubarkan parlemen dalam waktu empat bulan setelah pelantikan dan penyampaian pernyataan kebijakan.
Pemilu baru akan memberi peluang bagi People’s Party untuk menambah kursi di parlemen. Partai tersebut unggul jauh dalam berbagai survei opini, sementara pemimpinnya, Natthaphong Ruengpanyawut, kini menempati posisi teratas sebagai tokoh paling diinginkan publik untuk menjadi perdana menteri. Namun, People’s Party saat ini tidak memiliki kandidat resmi setelah Move Forward dibubarkan dan satu-satunya calon mereka, Pita Limjaroenrat, dilarang berpolitik selama 10 tahun.
Thailand sendiri memiliki sejarah panjang gejolak politik, di mana para hakim konservatif dan militer berulang kali menjatuhkan pemimpin yang terpilih secara demokratis. Paetongtarn menjadi perdana menteri kelima dari keluarga Shinawatra yang diberhentikan oleh Mahkamah Konstitusi.
(bbn)






























