Sementara itu, beras medium tercatat dengan harga rata-rata nasional sebesar Rp13.873 per kg, atau 0,59% di atas HET nasional senilai Rp13.500 per kg.
Sebelumnya, Bapanas resmi menaikkan harga eceran tertinggi (HET) beras medium. Kenaikan tersebut termaktub dalam Keputusan Kepala Bapanas No. 299/2025 tentang Penetapan Harga Eceran Tertinggi Beras yang ditetapkan pada 22 Agustus 2025.
Dalam aturan baru itu, kenaikan harga ditentukan per zona. Adapun HET beras medium di zona 1 meliputi Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, serta Bali dan Nusa Tenggara Barat ditetapkan Rp13.500 per kg. Angka ini naik dari sebelumnya Rp12.500 per kg.
Harga rata-rata beras medium di semua wilayah pun kompak naik dan melampaui HET. Perinciannya, harga rata-rata beras medium di zona 1 dibanderol Rp13.487 per kg, zona 2 senilai Rp14.052 per kg, dan zona 3 senilai Rp15.569 per kg.
Untuk diketahui, HET beras medium di zona 1 dipatok Rp13.500 per kg, zona 2 senilai Rp14.000 per kg, dan zona 3 adalah Rp15.500 per kg.
Sementara itu, harga rata-rata beras stabilisasi pasokan dan harga pangan (SPHP) atau beras Bulog naik tipis sebesar 0,55% dari HET nasional Rp13.500 per kg menjadi Rp12.569 per kg di tingkat konsumen.
Harga rata-rata beras SPHP di semua wilayah kompak di bawah HET.
Secara terperinci, beras SPHP di zona 1 adalah Rp12.254 per kg, zona 2 senilai Rp12.795 per kg, dan zona 3 senilai Rp13.452 per kg.
Harga Bahan Pangan Lain Bervariasi
Kemudian, untuk cabai rawit merah secara nasional berada di level Rp44.024 per kg. Angka ini turun 22,76% dibandingkan harga acuan penjualan (HAP) nasional yang ditetapkan pada kisaran Rp40.000 per kg hingga Rp57.000 per kg.
Cabai merah keriting mencatatkan harga rata-rata nasional sebesar Rp47.068 per kg, lebih rendah 14,42% dari HAP nasional sebesar Rp37.000 hingga Rp55.000 per kg.
Harga bawang merah secara nasional sebesar Rp42.720 per kg, atau lebih tinggi 2,94% dibandingkan HAP nasional di kisaran Rp36.500 hingga Rp41.500 per kg.
Harga rata-rata nasional bawang putih bonggol tercatat sebesar Rp36.802 per kg, atau turun 8% lebih rendah dari HAP nasional senilai Rp38.000 hingga Rp40.000 per kg.
Daging ayam ras secara nasional dibanderol Rp36.228 per kg, atau lebih rendah 9,43% dibandingkan HAP nasional sebesar Rp40.000 per kg.
Telur ayam ras dijual dengan harga rata-rata nasional sebesar Rp29.145 per kg, 2,85% di bawah HAP nasional sebesar Rp30.000 per kg.
Daging sapi murni tercatat seharga Rp135.583 per kg secara nasional, lebih rendah 3,16% dari HAP nasional sebesar Rp140.000 per kg.
Gula konsumsi dijual dengan harga rata-rata nasional sebesar Rp18.069 per kg, lebih tinggi 3,25% dibandingkan HAP nasional senilai Rp17.500 per kg.
Tak hanya itu, minyak goreng curah masih belum menunjukkan penurunan harga. Secara nasional, harga rata-rata berada pada angka Rp17.441 per liter, atau lebih tinggi 11,09% dibandingkan HET Minyakita yang ditetapkan sebesar Rp15.700 per liter.
(mef/naw)






























