Logo Bloomberg Technoz

“Iya [di Bursa]. Sesuai POJK,” katanya. 

Beleid yang mengatur tentang penerbitan obligasi adalah peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 10 Tahun 2024 tentang Penerbitan dan Pelaporan Obligasi Daerah dan Sukuk Daerah. 

Danantara Indonesia berencana menerbitkan Obligasi Patriot (Patriot Bond) senilai Rp50 triliun melalui mekanisme penempatan privat (private placement).

Instrumen dengan kupon 2% ini diarahkan untuk membiayai berbagai proyek transisi energi, termasuk pengelolaan sampah menjadi sumber energi atau waste to energy (WTE).

CEO Danantara, Rosan Roeslani, menegaskan penerbitan obligasi dilakukan secara transparan dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Instrumen tersebut ditawarkan kepada sejumlah pelaku usaha sebagai bagian dari strategi pendanaan perusahaan.

“Obligasi ini dibagi menjadi dua seri, yakni Seri A dengan tenor lima tahun dan Seri B dengan tenor tujuh tahun, masing-masing menawarkan kupon 2%,” ujar Rosan. 

33 Proyek Waste to Energy

Dana yang diperoleh dari penerbitan obligasi akan dialokasikan untuk mendukung berbagai proyek strategis, salah satunya program pengelolaan sampah menjadi energi (Waste to Energy/WtE) di 33 daerah.

Program ini masuk dalam daftar prioritas pemerintah dan ditargetkan dapat mulai direalisasikan pada akhir bulan ini sesuai arahan Presiden. Rosan menegaskan, proyek tersebut telah mendapatkan dukungan dari PLN maupun pemerintah daerah, serta tidak menggunakan skema pemungutan biaya atau tipping fee.

Rosan menyebut regulasi turunan berupa Peraturan Pemerintah (PP) untuk program WtE sudah rampung. Dengan dasar hukum tersebut, Danantara segera masuk ke tahap proses tender secara terbuka dan transparan.

“Beberapa daerah sudah siap melaksanakan, antara lain Jakarta, Bandung, Bali, Semarang, Surabaya, Makassar, dan sejumlah kota lain yang akan segera berjalan,” ujar Rosan.

Selain sektor WtE, proyek yang dibiayai juga mencakup transisi energi lain, meliputi pembangunan infrastruktur energi terbarukan, peningkatan efisiensi energi, serta program strategis di bidang pengelolaan sumber daya berkelanjutan.

(lav)

No more pages