Logo Bloomberg Technoz

"Dia sebaiknya segera membereskannya, CEPAT, atau kami akan datang!" ancam Trump. Pritzker membalas melalui media sosial, mengatakan tidak ada "keadaan darurat" di Chicago yang mengharuskan presiden mengerahkan pasukan ke kota tersebut. 

Konflik ini mencerminkan konfrontasi Gedung Putih dan kota-kota yang dipimpin Demokrat makin membesar. Pasalnya, Trump menggunakan pasukan dan kendali federal untuk menunjukkan ketegasan terhadap kejahatan dan mendukung tindakan keras imigrasi.

Awal tahun ini, Trump mengirim militer ke Los Angeles setelah razia imigrasi memicu protes keras. Ia kemudian menempatkan polisi Washington DC di bawah komando federal dan mengirim lebih dari 800 pasukan Garda Nasional untuk menangani kejahatan. Kini ia mengancam akan mengambil tindakan serupa di Chicago, Baltimore—yang disebutnya "lubang neraka"— dan bahkan New York.

Tindakan dan retorika Trump ditolak keras oleh gubernur, wali kota, dan anggota parlemen Demokrat, serta hukum. Hakim distrik AS pada Selasa mengeluarkan perintah yang melarang penggunaan pasukan yang dikerahkan di California dan pasukan militer lainnya di negara bagian itu "untuk menegakkan hukum."

"Kami perkirakan apa yang terjadi di Los Angeles dan Washington DC, akan terjadi di sini di Chicago," kata Pritzker kepada wartawan pada Selasa. "Trump menempatkan agen federal bersenjata dan menyiapkan kendaraan militer di properti federal seperti Pangkalan Angkatan Laut Great Lakes."

"Kami yakin penempatan tersebut sudah dimulai kemarin dan berlanjut hingga hari ini," ujarnya.

Pada Sabtu, Wali Kota Chicago Brandon Johnson menandatangani perintah eksekutif yang melarang petugas federal mengenakan topeng atau menyamar di jalan-jalan kota. Langkah ini dimaksudkan untuk melawan pengerahan sepihak.

"Kami tidak ingin pos pemeriksaan militer atau kendaraan berlapis baja di jalan-jalan kami, dan kami tidak ingin melihat keluarga-keluarga terpisah," katanya.

Dari Little Village di Chicago, kawasan yang dikenal sebagai "Meksiko di Midwest," Selasa, Pritzker mengatakan orang-orang "sangat takut" terhadap petugas Imigrasi dan Bea Cukai (ICE) dan meyakinkan warga bahwa negara bagian sedang melakukan segala upaya untuk menjaga keamanan mereka.

Gedung Putih menolak perintah Johnson tersebut. "Jika para Demokrat fokus mengatasi kejahatan di kota mereka sendiri daripada melakukan aksi publisitas untuk mengkritik presiden, masyarakat mereka akan jauh lebih aman," kata juru bicara Abigail Jackson.

Selama sebulan terakhir, Trump fokus pada Chicago, Baltimore, New York, San Francisco, dan Washington. Semuanya merupakan basis Demokrat, banyak di antaranya dipimpin oleh wali kota berkulit hitam. Sebagian besar juga dianggap sebagai kota suaka, yang melarang kepolisian bekerja sama dengan agen ICE.  

Namun, tingkat pembunuhan tertinggi tahun lalu terjadi di Jackson, Mississippi; Birmingham, Alabama; dan St Louis—kota-kota di negara bagian yang dipimpin Partai Republik. Gubernur Mississippi dan Tennessee, yang negara bagiannya termasuk yang paling dipenuhi kejahatan, mengirim pasukan Garda Nasional mereka ke Washington.

20 kota teratas di AS dengan setidaknya 100.000 penduduk. (Bloomberg)

Bagi Wali Kota Baltimore, Brandon Scott, serangan Trump terhadap kota itu bersifat pribadi. Ia tumbuh besar di Baltimore Timur, tempat ia mengklaim disodorkan senjata ke wajahnya, dirampok sebelum berusia tujuh tahun, dan menyaksikan seorang pria ditembak di lingkungan tempat tinggalnya. 

Kini berusia 39 tahun, ia menunjukkan penurunan angka pembunuhan tertajam di kota itu dalam puluhan tahun, meski data FBI menunjukkan Baltimore mencatat tingkat pembunuhan 34,8 per 100.000 penduduk tahun lalu, tertinggi kelima di AS.

"Saya seorang pria kulit hitam di Amerika," katanya dalam wawancara. "Saya tidak pernah terkejut ketika orang-orang kembali menggunakan stereotip rasis untuk memanaskan basis pendukung mereka. Mengirim Garda Nasional ke kota-kota kami saja tidak perlu dan keterlaluan."

Yang dibutuhkan Baltimore, lanjut Scott, adalah lebih banyak agen federal, jaksa penuntut, dan koordinasi untuk menghentikan senjata ilegal.

Wali Kota Savannah, Georgia, Van Johnson, yang memimpin Asosiasi Wali Kota Afrika-Amerika, mengatakan fokus Gedung Putih ini disengaja. "Kota-kota yang ia sebut berulang kali mengalami penurunan kejahatan kekerasan bersejarah," ujarnya. 

"Ada kota-kota lain dengan tingkat kejahatan lebih tinggi yang tidak dipimpin oleh wali kota kulit hitam, dan tidak pernah disebutkan. Jika ini balas dendam, jika ini sinyal tersembunyi, maka sebut saja apa adanya."

Di Washington, di mana perintah Trump sudah berlaku, polisi di bawah kendali federal dan pasukan Garda Nasional berpatroli di jalanan. Pejabat mengatakan pencurian mobil turun 87% dalam tiga pekan pertama dan kejahatan secara keseluruhan turun hingga dua digit.

Wali Kota Muriel Bowser memuji kehadiran Garda Nasional karena menciptakan "rasa tanggung jawab" melalui lebih banyak penghentian dan penyitaan, tetapi memperingatkan agen imigrasi bermasker dan pasukan dari luar negara bagian membuat warga "hidup dalam ketakutan." Dia mengatakan pada staf Trump bahwa 500 petugas lokal tambahan dapat menghasilkan hasil yang sama.

Di New York, Wali Kota Eric Adams di kediaman resminya, Gracie Mansion, menanggapinya dengan tegas. "Komunikasi kami dengan pemerintah federal menunjukkan kami berhasil," ujarnya dalam wawancara. "Kami telah mengamankan lebih dari 23.000 senjata ilegal dari jalanan. Kami menyaksikan tingkat kejahatan, pembunuhan, dan penembakan turun mencapai rekor."

Beberapa hari kemudian, setelah baku tembak di Bronx menewaskan seorang pria, melukai tiga orang lainnya, dan menyebabkan gadis remaja dalam kondisi kritis, Adams memerintahkan 1.000 petugas masuk ke wilayah tersebut dan mengatakan akan mengundang anggota geng ke mansion untuk "menyelesaikan perselisihan mereka."

Survei nasional oleh Associated Press-NORC Center for Public Affairs Research usai pasukan dikerahkan ke Washington menunjukkan mengapa pesan Trump bergema di luar kota-kota yang ia sebutkan. Sekitar setengah warga AS mengatakan setuju dengan cara Trump menangani kejahatan.

50% mengatakan dukungan Garda Nasional pada polisi lokal di kota-kota besar dapat diterima, meski hanya sepertiganya yang mendukung pengambilalihan penuh oleh pemerintah federal.

Jonathan Fahey, mantan jaksa federal dan penjabat direktur ICE pada masa jabatan pertama Trump, mengatakan unjuk kekuatan dapat berhasil.

"Jika Anda mengerahkan sumber daya di wilayah terburuk Chicago, Anda dapat mengurangi kejahatan secara signifikan dalam waktu singkat," ujarnya. "Tiba-tiba, hal itu membuat perbedaan yang sangat besar karena para penjahat melihat aksi besar-besaran dan tahu beberapa wilayah lebih ketat."

Gubernur California Gavin Newsom, seperti Pritzker dianggap sebagai calon presiden dari Demokrat untuk 2028, melontarkan argumen tandingannya sendiri. Ia mengatakan tim penindakan negara bagian yang diluncurkan di Bay Area dan kini menuju Los Angeles, San Diego, dan Central Valley telah melakukan lebih dari 9.000 penangkapan, menyita 4.000 kendaraan curian, dan menyita ratusan senjata api serta 700 pon fentanil.

"Dia melakukan sesuatu kpada orang-orang, bukan bersama orang-orang," kata Newsom.

(bbn)

No more pages