Logo Bloomberg Technoz

Di Asia, Taiwan Semiconductor Manufacturing Co (TSMC) menjadi sorotan setelah AS mencabut izin perusahaan untuk mengirim peralatan esensial secara bebas ke basis manufaktur cip utamanya di China. American Depositary Receipt (ADR) TSMC yang terdaftar di AS merosot hingga 2,3% pada Selasa.

Di pasar komoditas, emas naik paling tajam dalam lebih dari sebulan hingga mencapai rekor tertinggi. Perak juga berakhir di level tertinggi dalam hampir 14 tahun, seiring meningkatnya ekspektasi inflasi dan memburuknya sentimen pasar. 

Harga minyak melonjak di tengah tanda-tanda ketatnya pasokan jangka pendek dan meningkatnya skeptisisme bahwa kesepakatan damai antara Rusia dan Ukraina akan segera tercapai. 

Sementara itu, Donald Trump mengatakan pemerintahannya akan meminta Mahkamah Agung mempercepat putusan agar membatalkan putusan pengadilan federal yang menyatakan tarifnya diberlakukan secara ilegal. "Pasar saham turun karena pasar saham membutuhkan tarif. Mereka menginginkan tarif," kata Trump.

"Pendapatan tarif yang lebih sedikit berarti lebih banyak penjualan obligasi AS untuk menutupi defisit belanja," kata Scott Wren dari Wells Fargo Investment Institute.

Imbal hasil Treasury 30 tahun mendekati 5%. (Bloomberg)

Pelaku pasar menghadapi berbagai kekhawatiran, mulai dari data ekonomi utama hingga tarif AS, independensi Federal Reserve (The Fed), kebijakan moneter, serta prospek fiskal global. Hal ini terjadi saat pasar saham tampak di persimpangan jalan setelah S&P 500 mencatat kenaikan bulanan terkecil sejak Juli 2024, tepat sebelum secara historis dikenal sebagai bulan terlemah bagi saham.

"Bangunkan saya ketika September berakhir!" kata Thomas Tzitzouris dari Strategas. "Kami curiga September akan menjadi bulan yang volatil."

Pelaku pasar akan memantau data pasar tenaga kerja AS yang penting pekan ini untuk mendapat petunjuk tentang pertumbuhan ekonomi dan prospek kebijakan The Fed.

Pengusaha menunjukkan sedikit antusiasme untuk merekrut pekerja selama Agustus. Sehingga, tingkat pengangguran mungkin melonjak ke level tertinggi dalam hampir empat tahun, menambah bukti bahwa pasar tenaga kerja lebih lesu.

Pentingnya data ekonomi pekan ini akan menentukan arah imbal hasil hingga penutupan pasar pada Jumat–meski banyak hal dapat mengubah persepsi investor tentang kondisi pasar tenaga kerja dalam jangka pendek," kata Ian Lyngen dan Vail Hartman dari BMO Capital Markets.

September secara historis merupakan bulan terburuk untuk imbal hasil dalam tiga dekade terakhir. (Bloomberg)

Di sisi ekonomi, aktivitas manufaktur AS menyusut pada Agustus selama enam bulan beruntun, didorong oleh penurunan produksi yang menunjukkan manufaktur masih terhambat oleh tarif impor yang tinggi.

"Laporan manufaktur ISM menunjukkan sebagian besar perusahaan lebih fokus pada pengelolaan jumlah pekerja daripada merekrut secara aktif," kata Scott Helfstein dari Global X.

"Ini mungkin menjadi petunjuk menjelang data lapangan kerja pada Jumat. Penciptaan lapangan kerja mungkin melambat, tetapi revisi signifikan pada data bulan-bulan sebelumnya bisa berarti bahwa laporan tersebut, baik atau buruk, mungkin tidak terlalu memengaruhi investor."

Helfstein mengatakan investor harus memperhatikan pertumbuhan upah dalam laporan tenaga kerja yang akan dirilis Jumat.  

"Upah telah melampaui inflasi dan itu biasanya merupakan pertanda baik bagi konsumsi," ujarnya. "Meski gagal bayar sedikit meningkat, sebagian besar angka perilaku konsumen tetap kuat."

Pasar swap saat ini memperkirakan pelonggaran kebijakan The Fed lebih dari 20 basis poin pada September, dengan pengurangan lebih dari dua perempat poin yang diperkirakan akan terjadi akhir 2025.

Beberapa pergerakan utama di pasar:

Saham

  • Hang Seng naik 0,1% pada pukul 07.30 waktu Tokyo
  • S&P/ASX 200 turun 0,4%
  • Nikkei 225 turun 0,4%
  • S&P 500 naik 0,3%

Mata Uang

  • Indeks Dolar Spot Bloomberg naik 0,5%

Kripto

  • Bitcoin turun 0,3% menjadi US$111.074,45
  • Ether relatif stabil menjadi US$4.314,3

Obligasi

  • Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun naik tiga basis poin menjadi 4,26%

Komoditas

  • Emas spot relatif stabil di US$3.533,16 per ons

(bbn)

No more pages