Logo Bloomberg Technoz

Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.480,7/troy ons. Naik 0,9% dari hari sebelumnya.

Ini menjadi rekor tertinggi harga emas untuk posisi penutupan (closing). Kalau di perdagangan intraday, harga sang logam mulia sempat berada di level US$ 3.500/troy ons.

Sentimen dari Amerika Serikat (AS) masih menjadi penggerak utama harga emas. Bulan ini, Komite Pengambil Kebijakan Bank Sentral AS (Federal Open Market Committee/FOMC) akan menggelar rapat untuk memutuskan suku bunga acuan.

Pasar makin yakin bahwa Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan sejawat akan menurunkan suku bunga acuan. Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan Federal Funds Rate sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4-4,25% dalam rapat September adalah 89.6%. Melonjak tajam dibandingkan sepekan lalu yang berada di posisi 83,7%.

Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas menjadi lebih menguntungkan saat suku bunga turun.

“Harga emas ‘hidup’ karena faktor fundamental dan teknikal bertemu. Resisten di US$ 3.450/troy ons sudah tertembus, sehingga memantik momentum beli,” kata Charu Chanana, Strategist di Saxo Capital Markets Pte, seperti dikutip dari Bloomberg News.

(aji)

No more pages