Logo Bloomberg Technoz

"Juru bicara teror Hamas telah disingkirkan," kata Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, pada Minggu dalam unggahan di X, menambahkan bahwa Abu Ubeida akan segera "bertemu dengan banyak rekan kriminalnya."

Tanpa Abu Obeida, Hamas kini hanya memiliki tiga tokoh senior yang tersisa di Jalur Gaza.

Salah satunya adalah Izz al-Din al-Haddad, komandan Brigade Utara yang dipromosikan pada Mei untuk memimpin kelompok tersebut. Tokoh lainnya adalah kepala operasi veteran Raed Saad, dan terkahir Hussein Fayyad, Kepala Hamas di Kota Beit Hanoun yang kini hancur. Ketiganya diyakini bersembunyi di Kota Gaza bersama ribuan pejuang.

Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu mengadakan pertemuan kabinet keamanannya pada Minggu (31/8/2025), membahas langkah baru menyusul keputusan pada 8 Agustus untuk mengirim pasukan dan tank ke Kota Gaza, yang merupakan sekitar 25% dari wilayah Palestina yang belum dikuasai tentara Israel. Kota ini juga merupakan rumah bagi sekitar satu juta warga sipil.

Targetnya, kata Netanyahu, adalah menghancurkan Hamas dan membebaskan 48 sandera yang tersisa di Gaza, sebagian besar ditahan setelah serangan mendadak 7 Oktober 2023 di Israel, di mana sekitar 1.200 orang tewas dan 250 orang diculik.

20 sandera diyakini masih hidup, dan banyak warga Israel khawatir mereka akan dieksekusi atau menjadi korban baku tembak jika terjadi eskalasi lebih lanjut.

Beberapa negara besar mengecam rencana Netanyahu pada Kota Gaza, dengan alasan hal itu akan memperburuk krisis kemanusiaan pada warga Palestina yang semakin parah dan mengakibatkan pendudukan kembali oleh Israel.

Namun, AS mendukung sekutunya dan berencana memperluas jaringan bantuan, Gaza Humanitarian Foundation, untuk membantu menangani pengungsi Palestina.

Setelah berbulan-bulan negosiasi buntu, Hamas pada 18 Agustus menerima proposal gencatan senjata dari mediator Arab. Dua gencatan senjata sebelumnya, beberapa sandera Israel dibebaskan sebagai imbalan atas pembebasan tahanan Palestina. Selama periode tersebut Gaza menimbun persediaan.

Namun, Israel kini mengambil sikap all-or-nothing, mengatakan satu-satunya cara untuk mencegah serangan besar-besaran ke Kota Gaza adalah Hamas menyerahkan para sandera dan meletakkan senjatanya.

"Kami sudah melihat fleksibilitas dalam posisi Hamas," ujar Menteri Energi Eli Cohen, anggota kabinet keamanan, kepada radio Kol Barama. "Kami siap bertindak untuk mengalahkan Hamas, dan tuntutan kami adalah kesepakatan penuh—kesepakatan yang akan memulangkan semua 48 sandera—baik yang masih hidup maupun yang tidak."

Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas—tidak membedakan antara korban sipil dan pejuang—mengatakan pada Jumat bahwa lebih dari 63.000 warga Palestina tewas selama perang. Israel kehilangan lebih dari 450 tentara dalam pertempuran di Gaza.

(bbn)

No more pages