Logo Bloomberg Technoz

Gejolak di Belanda menambah ketegangan di Eropa, di mana pemerintahan Prancis juga di ambang kehancuran. Ketidakstabilan ini mempersulit Eropa untuk merespons perang dagang Donald Trump dan mendukung upaya perdamaian Ukraina.

Menteri Perdagangan Belanda juga telah mengundurkan diri imbas krisis ini, yang menghambat proses pengambilan keputusan negara pada saat yang kritis.

Pemilu dijadwalkan pada Oktober, tetapi dalam lanskap politik Belanda yang terfragmentasi, negosiasi pembentukan pemerintahan mungkin akan memakan waktu berbulan-bulan, membuat negara tersebut menghadapi periode ketidakpastian yang panjang. 

Beberapa langkah selanjutnya akan dibahas dalam debat hari ini, yang dijadwalkan dimulai pukul 10.15 waktu setempat dan diperkirakan berlangsung hingga malam hari. Semua partai akan memberikan pendapat apakah Schoof dan kabinetnya harus diganti atau mereka bisa berlanjut dengan dukungan partai-partai oposisi.

Schoof, yang secara politik independen, mengatakan dua partai koalisi telah "mencapai kesepakatan mengenai pembagian jabatan menteri yang kosong," seperti yang ia tulis dalam surat kepada parlemen pada Selasa malam.

Jika timnya tetap bertahan, Schoof akan membutuhkan dukungan dari partai-partai oposisi lain untuk menerapkan kebijakan. Namun, partai-partai tersebut mengajukan tuntutan yang kemungkinan besar tidak bisa dipenuhinya.

Pemimpin sayap kanan ekstrem Geert Wilders mengatakan kepada stasiun televisi pemerintah NOS bahwa ia hanya akan membantu Schoof mempertahankan kekuasaannya jika kabinet menjamin larangan segera terhadap pencari suaka.

Hal ini kecil kemungkinan terjadi mengingat Wilders keluar dari koalisi awal tahun ini akibat perselisihan migrasi yang memicu keruntuhan awal koalisi.

GroenLinks-PvdA, partai oposisi sayap kiri terbesar, ingin Schoof mengambil sikap lebih keras terhadap Israel, tetapi isu-isu itulah yang memicu krisis terbaru.

Jika tim Schoof mundur, salah satu opsi adalah kabinet digantikan oleh pejabat senior pemerintah tanpa afiliasi partai, menurut rencana yang diajukan partai progresif D66. Namun, belum jelas apakah partai-partai lain akan mendukung proposal tersebut. Menurut surat kabar AD, Raja Belanda juga dapat menolak pengunduran diri tersebut.

(bbn)

No more pages