Logo Bloomberg Technoz

Di sisi lain, badan tersebut diharapkan dapat bersinergi dengan Kementerian ESDM, Kementerian Perindustrian, dan Kementerian Investasi untuk memajukan pertambangan dan hilirisasi di Tanah Air. 

“Bisa lebih tercatat lah, lebih dikombinasikan dengan berbagai peraturan-peraturan yang ada dari berbagai departemen yang ada,” ucapnya. 

Pengembangan LTJ

Dalam kesempatan yang sama, Chairman Indonesian Mining Institute (IMI) Irwandy Arif menilai pembentukan Badan Industri Mineral menunjukkan adanya konsentrasi dari pemerintah terhadap pengembangan logam tanah jarang (LTJ) di Indonesia. 

Terlebih, pengelolaan sumber daya dan limbah radioaktif selama ini berada di bawah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Dia berharap dengan adanya lembaga baru ini, koordinasi antara BRIN dengan Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM bisa menjadi lebih baik lagi kedepannya.

"Mungkin pemerintah menginginkan ada konsentrasi untuk pengembangan logam tanah jarang mineral kritis dan strategis. Jadi kalau saya lihat yang studinya kan di bawah Minerba kecuali radioaktif itu kan di bawah Batan kalau mereka koordinasinya bagus akan jadi lebih baik," kata Irwandy saat ditemui.

Irwandy menilai logam tanah jarang merupakan komoditas yang berbeda dari mineral lainnya. Mengingat keberadaannya selalu bersama mineral utama seperti emas, timah, nikel, dan bauksit dalam bentuk mineral ikutan,

"Prosesnya ini yang belum banyak berkembang di Indonesia. Oleh karena itu mungkin pemerintah menginginkan ini ada percepatan," imbuhnya. 

Sebelumnya, Brian dilantik sebagai Kepala Badan Industri Mineral oleh Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Senin (25/8/2025).

Adapun, pelantikannya tersebut tertuang dalam Keputusan Presiden (Keppres) No. 77/2025 tentang Pengangkatan Kepala Badan Industri Mineral. 

Rencananya, lembaga yang berdiri sendiri di luar kelembagaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral serta Kemendiktiristek itu bakal mengelola dan mengawasi pemanfaatan logam tanah jarang.

“Nantinya mengelola industri mineral strategis yang terkait untuk industri pertahanan ya, karena material strategis ini cukup penting untuk kedaulatan bangsa, juga diharapkan bisa meningkatkan ekonomi kita,” kata Brian, ditemui usai dilantik di Istana Kepresidenan.

Brian memastikan jabatan baru itu tidak akan mengganggu mandat eksistingnya sebagai Mendiktiristek.

“Nanti kita tentu sesama badan negara, kita akan mengoordinasikan pembagiannya bagaimana, karena ini diharapkan muatan teknologinya cukup banyak, jadi pengembangan di perguruan tinggi terkait dengan mineral LTJ diharapkan bisa didorong diaplikasikan di industri,” kata Brian.

(mfd/wdh)

No more pages