Kemarin, harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.357,5/troy ons. Turun 0,48% dibandingkan penutupan perdagangan akhir pekan lalu.
Pelaku pasar sepertinya gamang soal arah kebijakan moneter bank sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve. Memang kemungkinan penurunan suku bunga acuan masih tinggi, tetapi peluang Federal Funds Rate ditahan pun makin besar.
Mengutip CME FedWatch, probabilitas penurunan suku bunga acuan Negeri Paman Sam sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 4-4,25% dalam rapat September adalah 83,3%. Lebih rendah dibandingkan akhir pekan lalu yang sebesar 84,7%.
Adapun kemungkinan Federal Funds Rate bertahan di 4,25-4,5% adalah 16,7%. Naik ketimbang akhir pekan lalu yaitu 15,3%.
“Diskusi saat ini adalah apakah The Fed akan agresif. Sinyal perlambatan di sektor tenaga kerja rasanya lebih diutamakan ketimbang inflasi. Akan tetapi, perlu diingat bahwa The Fed tidak melupakan target inflasi 2%,” kata Chris Larkin dari E*Trade from Morgan Stanley, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Sebaliknya, memegang emas jadi kurang menguntungkan saat suku bunga masih tinggi. Masih adanya kemungkinan suku bunga acuan tidak turun membuat harga emas melemah.
(aji)




























