Selain itu, dia mengingatkan bagi mereka yang ingin menurunkan badan sebaiknya memilih jalan sehat dan aman dengan memperhatikan pola gaya hidup.
"Nutrisinya seimbang, olahraga, kemudian juga manajemen stres dan pola hidup teratur,"katanya.
Di sisi lain, Ketua UMUM Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI periode 2022-2005) Dr. dr. Sally Aman Nasution, SpPD, K-KV, Finasim, FACP menuturkan bahwa obat ozempic ini memang salah satu efek yang bisa menimbulkan penurunan berat badan.
Hanya saja, menurut dr Sally indikasi dan izin untuk kondisi tersebut perlu dilakukan kajian di Indonesia.
"Sebetulnya bukan disalahgunakan istilahnya ya. Karena memang penurunan BB (Berat Badan) merupakan salah satu efek yang bisa ditimbulkan oleh obat tersebut,"ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Jumat (22/08).
"Tetapi mengenai indikasi dan izin untuk kondisi tersebut perlu dikaji, karena di beberapa tempat obat ini masuk dlm program penurunan BB,"sambungnya.
Baru-baru ini, di Amerika Serikat (AS) sedang marak fenomena operasi plastik untuk memperbaiki “Ozempic face”.
Ini adalah kondisi berubahnya tampilan wajah menjadi berkerut, tampak lebih cekung, serta bibir menipis akibat efek samping penggunaan Ozempic dalam menurunkan berat badan secara drastis.
Dikutip dari NY POST, juga terdapat fenomena vulva Ozempik atau vagina ozempik.
Dr. Sherry Ross, seorang dokter spesialis kandungan dan ginekologi di Santa Monica, California, dan penulis buku "She-ology" dan "She-ology, the She-quel," mengatakan kepada HealthCentral.
"Penurunan berat badan yang terlalu cepat dapat menyebabkan kulit kendur, kendur, dan kerutan di seluruh tubuh."
Ia menambahkan, "Semua area tubuh dapat menunjukkan perubahan kulit yang terlihat sebagai respons terhadap penurunan berat badan yang signifikan ini," tambahnya, "termasuk perut bagian bawah, pubis, serta labia bagian dalam dan luar."
Meskipun "Ozempic vulva" merupakan efek samping yang baru-baru ini terjadi,
sebelumnya pernah terjadi kasus "Ozempic finger", "Ozempic breasts", "Ozempic face", dan "Ozempic butt". Obat-obatan ini juga menyebabkan mual, muntah, dan diare, terutama saat pengobatan dimulai.
Ozempic di Indonesia
Menurur informasi dari situs Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) RI, obat ozempic sudah mendapatkan izin edar di Indonesia sejak 22 Februari 2021. Dengan nomor izin edar DKI2164605043A1.
(dec/spt)




























