Logo Bloomberg Technoz

Angola tengah berupaya menarik investasi di sektor migas untuk menahan laju penurunan produksi.

Negeri itu keluar dari OPEC pada 2023, setelah 16 tahun menjadi anggota, karena keberatan atas kuota produksi yang ditetapkan kelompok tersebut.

Sejak saat itu, pemerintah berusaha menjaga produksi tetap di atas 1 juta barel per hari.

Equinor ASA memuji inisiatif Angola untuk mendorong aktivitas pengeboran, sementara Chevron Corp. baru-baru ini menambah blok laut dalam.

TotalEnergies SE juga menyetujui proyek senilai US$6 miliar di sana tahun lalu.

Namun, penurunan produksi di lapangan migas disebut tak terelakkan. Menteri Perminyakan Angola Diamantino Pedro Azevedo pada Oktober lalu menyebut upaya menahan penurunan produksi sebagai “tantangan terbesar” pemerintah.

ANPG sebelumnya memperkirakan produksi Juli sebesar 1,07 juta barel per hari.

Penurunan ini terjadi menjelang rencana pemangkasan ekspor menjadi 994.000 barel per hari pada Oktober dari 1,09 juta pada September, menurut jadwal awal yang diperoleh Bloomberg News.

(bbn)

No more pages