Rabu siang kemarin, Bank Indonesia (BI) memutuskan memangkas tingkat bunga acuan, BI Rate menjadi level 5% dalam hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) pertemuan Agustus 2025.
Keputusan ini konsisten dengan tetap rendahnya prakiraan inflasi 2025 dan 2026 dalam sasaran 2,5±1%, terjaganya stabilitas nilai tukar rupiah, dan perlunya mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai dengan kapasitas perekonomian.
Pemangkasan BI Rate tersebut sejatinya mendorong saham–saham emiten rate sensitive, terutama saham perbankan, menyusul juga saham properti, semen dan otomotif, yang berpotensi diuntungkan dari pemangkasan ini.
Mengutip riset RHB Sekuritas siang hari ini, mereka mempertahankan rekomendasi Overweight untuk perbankan dan properti, serta Neutral untuk semen dan otomotif.
“Perbankan diperkirakan diuntungkan dari biaya dana yang lebih rendah, sementara imbal hasil kredit yang cenderung kaku mendukung pelebaran NIM,” mengutip riset RHB terbaru, Kamis.
Potensialnya, penurunan suku bunga acuan melonggarkan biaya pinjaman. Selain itu, risiko kualitas aset juga dapat melandai efek pembayaran bunga bulanan pada utang dengan suku bunga mengambang diestimasikan akan turun.
Terlebih lagi, menurut Sarah Jane Mahmud, analis Bloomberg Intelligence, Bank Rakyat Indonesia (Bank BRI/ Saham BBRI) bakal lebih menonjol daripada bank–bank lain: tekanan margin bisa mereda karena Dana Pihak Ketiga kemungkinan akan menyesuaikan lebih cepat dibanding kredit, mengingat portofolio usaha mikro berbunga tetap yang besar dimiliki bank ini.
Sebagai salah satu acuan, berikut rekomendasi saham, dan juga target harga saham keempatnya berdasarkan konsensus Bloomberg, mengutip data pada Kamis 21 Agustus 2025,
Rekomendasi dan Target Harga Saham Bank
BBNI
- Buy: 32 Analis
- Hold: 4
- Sell: 2
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp5.085/saham
Terbaru, Erwin Wijaya, analis Verdhana Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi Buy/ Beli pada saham BBNI dengan target harga mencapai Rp6.100/saham. Kemudian Kresna Hutabarat, analis Mandiri Sekuritas memberikan rekomendasi Buy dengan target harga Rp5.000/saham.
BBCA
- Buy: 34 Analis
- Hold: 3
- Sell: 0
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp10.956/saham
Terbaru, Victor Stefano, analis BRI Danareksa Sekuritas memberikan rekomendasi Buy pada saham BBCA dengan target harga Rp11.900/saham. Lebih potensial, Muhammad NurKholis Syafruddin, analis DBS Bank memberikan rekomendasi Buy dengan target harga mencapai Rp12.000/saham.
BBRI
- Buy: 30 Analis
- Hold: 8
- Sell: 1
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp4.582/saham
Terbaru, Erwin Wijaya, analis Verdhana Sekuritas memberikan rekomendasi Buy/ Beli saham BBRI dengan target harga Rp5.000/saham. Senada dengan Yulinda Hartanto, analis BNI Sekuritas memberikan rekomendasi Buy dengan target harga mencapai Rp4.700/saham.
BMRI
- Buy: 31 Analis
- Hold: 3
- Sell: 3
Target harga 12 Bulan ke depan: Rp6.238/saham
Terbaru, Jayden Vantarakis, analis Macquarie memberikan rekomendasi dengan rating Outperform pada saham BMRI dengan target harga Rp6.460/saham. Lebih tinggi, Jovent Muliadi, analis Indo Premier Sekuritas Indonesia memberikan rekomendasi Buy dengan target harga mencapai Rp7.100/saham.
(fad)




























