Logo Bloomberg Technoz

“Saat ini rata-rata ramp up di tingkat 60%,” tegas dia.

Katri juga memastikan korporasi menjual bijih tembaga sesuai dengan harga yang berlaku di praktik internasional.

Hal tersebut sekaligus merespons kabar terdapat ekspor konsentrat tembaga yang lebih besar dengan harga di bawah pasaran menuju China yang dilakukan Freeport.

“Terkait dengan harga, baik penjualan di dalam dan luar negeri, semua transaksi merujuk pada praktik internasional,” tegas Katri.

Untuk diketahui, volume ekspor yang didapatkan Freeport, dalam satuan dry metric ton (dmt), sesuai dengan pengajuan kuota yang dilayangkan perseroan ke Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) usai persetujuan revisi rencana kerja dan anggaran biaya (RKAB).

Atas kebijakan perpanjangan ekspor tersebut, Kementerian ESDM telah menerbitkan Peraturan Menteri ESDM No. 6/2025 tentang Perubahan atas Permen ESDM No. 6/2024 tentang Penyelesaian Pembangunan Fasilitas Pemurnian Mineral di Dalam Negeri.

Kala itu, Presiden Direktur Freeport Indonesia Tony Wenas medio menyebut pendapatan Freeport pada Januari dan Februari 2025 turun sebesar 60% karena konsentrat tembaga belum bisa diekspor dan hanya bisa dijual kepada perusahaan milik Freeport yakni PT Smelting.

Terdapat 400.000 ton konsentrat tembaga yang menumpuk di gudang karena perseroan saat itu belum mendapatkan izin ekspor usai 31 Desember 2024.

Perinciannya, 200.000 ton konsentrat tembaga menumpuk di gudang Pelabuhan Amamapare, Papua; 140.000 ton di gudang smelter katoda tembaga di Manyar, Jawa Timur; dan 60.000 ton di gudang PT Smelting.

“Kerugiannya kami ada 400.000 ton konsentrat tembaga. Nah itu nilainya kira-kira sekitar US$1,5 miliar itu bukan hilang, tetapi diam di tempat harusnya bisa jadi cash flow,” ucapnya di sela rapat bersama Komisi VI DPR RI, medio Maret.

Jual ke China

Selama periode izin ekspor konsentrat Freeport di Indonesia, smelter tembaga di China mendapat sedikit ruang bernapas dari kenaikan biaya pengolahan berkat suplai konsentrat dari PTFI. 

Mengutip Bloomberg News, biaya spot untuk mengubah konsentrat menjadi logam olahan di China masih berada di zona negatif yang dalam, tetapi naik tipis beberapa waktu terakhir.

Lonjakan pasokan konsentrat dengan harga diskon asal Indonesia menjadi pemicu utama, sehingga membuka lebih banyak kargo untuk dikirim ke China—negara yang menampung lebih dari setengah kapasitas peleburan dunia.

Freeport melepas volume bijih yang jauh lebih besar dari perkiraan setelah gangguan di fasilitas peleburan miliknya di Indonesia.

Perusahaan berupaya mengirim kargo dengan cepat di bawah izin ekspor jangka pendek yang akan berakhir pertengahan September. Kondisi ini membantu melonggarkan pasokan dan membuat pengolahan di China sedikit lebih menguntungkan.

(azr/wdh)

No more pages