Bank Sentral Global Diramal Ambil Kebijakan Ramah, Kecuali Jepang
Sultan Ibnu Affan
20 August 2025 15:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) memperkirakan kecenderungan pertumbuhan ekonomi yang lebih rendah dan menurunnya inflasi di berbagai negara mendorong sebagian besar bank sentral di berbagai belahan bumi menempuh kebijakan moneter yang akomodatif, kecuali Jepang.
Hal ini disampaikan Gubernur BI Perry Warjiyo sebagai Hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI Bulanan yang berlangsung pada 19-20 Agustus 2025.
"Di Amerika Serikat (AS), prospek pertumbuhan ekonomi diprakirakan akan lebih rendah sejalan dengan melemahnya permintaan domestik," ujar Perry dalam Konferensi Pers Hasil RDG BI, Rabu (20/8/2025).
Ekonomi India juga melemah seiring dampak tarif AS yang lebih tinggi, sehingga menekan kinerja ekspor dan sektor manufaktur. Sementara itu, ekonomi Eropa, Jepang, dan Tiongkok diprakirakan lebih baik seiring dengan kesepakatan tarif yang lebih rendah dan topangan belanja fiskal.
Di AS, tekanan inflasi yang cenderung menurun mendorong semakin kuatnya ekspektasi penurunan suku bunga acuan Fed Funds Rate (FFR) ke depan. Meskipun demikian, dalam jangka pendek ketidakpastian pasar keuangan global masih berlanjut dan perlu tetap diwaspadai guna menjaga ketahanan ekonomi domestik dari dampak rambatan global.
































