Sementara tambahan pasokan diperoleh secara spot basis dari kilang Bontang, Tangguh, dan Donggi Senoro hingga Agustus.
“Sisanya kita mendapatkan tambahan alokasi secara spot basis dari Bontang, Tangguh dan Donggi Senoro secara bulanan sampai Agustus,” kata Rakhmad.
Lebih lanjut, PLN EPI memproyeksikan kebutuhan LNG untuk pembangkit PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN tahun depan akan meningkat menjadi sekitar 110 kargo.
Di sisi lain, langkah pengamanan pasokan LNG juga ditempuh oleh PT Perusahaan Gas Negara Tbk. (PGAS).
Dengan berkurangnya pasokan gas pipa dari kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) di Sumatra Selatan, PGN mulai memperbanyak suplai LNG untuk industri.
PGN memperkirakan kebutuhan LNG pelanggan mencapai 12 kargo sepanjang 2025, dengan realisasi 6 kargo hingga Juli.
Pasokan tersebut berasal dari kilang domestik dengan pemanfaatan fasilitas FSRU Lampung dan LNG Hub Arun.
“Saat ini, sebagian kebutuhan 2025 sudah memiliki kepastian pasokan dari penjual, sementara sisanya sedang difinalisasi,” ujar Sekretaris Perusahaan PGN, Fajriyah Usman.
Undur Ekspor
Menyusul permintaan yang makin tinggi dari dua perusahaan negara itu, SKK Migas belakangan mengambil jalan untuk menjadwal ulang pengiriman kargo LNG ekspor.
Harapannya, pengalihan kargo ekspor itu bisa menambal proyeksi peningkatan LNG dari pasar domestik saat ini yang tumbuh pesat.
SKK Migas memproyeksikan ekspor LNG tahun ini hanya mencapai 150 kargo, sementara alokasi domestik berjumlah 86 kargo. Tahun lalu, ekspor LNG yang terkontrak ditaksir mencapai sekitar 167—170 kargo.
Deputi Keuangan dan Komersialisasi SKK Migas Kurnia Chairi menuturkan lembagannya tengah berupaya mengalihakn sebagian kargo ekspor untuk pasar domestik.
Namun, dia enggan memerinci besaran ekspor LNG yang akan dialihkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Nanti kita susun lagi [...] kita lihat dari proyeksi tadi 150 ekspor kargo masih memungkinkan dialihkan ke domestik atau lainnya,” kata Kurnia saat konferensi pers Kinerja Hulu Migas Tengah Tahun 2025 di Jakarta, Senin (21/7/2025).
Dia pun meyakini pengalihan LNG untuk ekspor ke pasar domestik tersebut tidak akan membuat kontrak ekspor LNG yang telah diteken atau eksisting dibatalkan. Pengiriman ekspor LNG tersebut hanya akan dijadwalkan ulang.
Selain itu, langkah tersebut juga dikombinasikan dengan kenaikan produksi LNG dan tambahan dari kargo LNG yang belum terikat kontrak penjualan atau uncommitted cargo.
“Sudah dicapai kesepakatan ini bisa ditunda sebentar akan dikirim nanti tanpa ada konsekuensi,” ungkap dia.
Sampai akhir 2025, SKK Migas memproyeksikan produksi LNG dari fasilitas pengolahan Bontang, Kalimantan Timur dan Tangguh, Papua mencapai 237,8 kargo.
Secara terperinci, fasilitas pengolahan LNG Bontang berpotensi memproduksi 53,8 kargo hingga akhir tahun ini. Sementara itu, fasilitas pengolahan LNG Tangguh, diprediksi memproduksi 184 kargo hingga pengujung tahun.
Hanya saja, outlook produksi LNG domestik diperkirakan akan susut seiring dengan rencana perawatan atau turn around Train-1 Kilang Tangguh tahun depan.
BP memproyeksikan produksi dari Kilang Tangguh bakal mengalami penurunan sekitar 10,1 standar kargo LNG pada 2026.
(rtd/naw)































