"Sepenuhnya 100% dibiayai uang masyarakat. Jadi (SPPG) 19.000 ditambah 5.885 jadi ada sekitar 24.000 dikalikan Rp2 miliar. Angka Rp48 triliun uang yang sudah beredar di masyarakat, itu bukan APBN," tegasnya.
Tak hanya itu, Dadan juga mengungkap dari Rp10,3 triliun APBN yang terserap untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) ditujukan untuk intervensi pemenuhan gizi.
"MBG seluruh infrastruktur yang sudah berjalan itu murni dibiayai mitra. Jika target tercapai 82,9 juta penerima di akhir tahun ini, Insha Allah dana MBG pada 2026 senilai Rp335 triliun," pungkasnya.
Sebelumnya, dana MBG pada Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 kembali naik. Presiden Prabowo Subianto mengutarakan, pada RAPBN 2026, program MBG akan alokasikan Rp335 triliun.
“Ini untuk menjangkau 82,9 juta penerima dari siswa, ibu hamil dan balita. Serta untuk pembangunan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SSPG),” ujar Prabowo dalam pidato nota keuangan di DPR RI, Jumat (15/8/2025).
Outlook anggaran 2025 Program Makan Bergizi Gratis (MBG) awalnya Rp71 triliun lalu naik ke Rp116 triliun. Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani, mengutarakan dengan anggaran yang meningkat, pemerintah memproyeksikan kontribusi MBG terhadap produk domestik bruto (PDB) juga meningkat.
Pada 2025, pemerintah menargetkan kontribusinya dalam rentang 0,29% hingga 0,49%. Angka itu diproyeksikan naik hingga 1,03% pada 2026. Di sisi lain, jumlah tenaga kerja yang terlibat diproyeksikan stagnan pada level 1,65 juta orang pada 2025 dan 2026.
(lav)





























