Ia menjelaskan, kasus anjlokanya kereta api di Stasiun Jakarta Kota terjadi pasca adanya proses maintenance [perawatan] rel. Sehingga, ia menegaskan, dalam mengoperasikan KRL tetap memperhatikan SOP yang berlaku.
"Ada maintenance rel di stasiun, nah itu saya minta supaya SOP untuk perlaksanaan maintenance itu agar betul-betul dijalankan dengan baik. Jadi di sini juga harus dipastikan bahwa ada check and recheck [pemeriksaan ulang]," tegasnya.
Kata Dudy, petugas harus memperhatikan SOP dan melihat kontrol dari beberapa supervisor. Supaya dapat memastikan dalam pelaksanaan perawatan rel dilaksanakan dengan mekanisme pengawasan yang baik.
"Namun, kadang-kadang karena satu dan lain hal SOP-nya tidak dijalankan secara berurutan, tidak secara secara berurutan, itulah yang terjadi. Kita ingin bahwa kedepannya SOP berkaitan dengan perawatan harus dijalankan dengan baik dan benar," pungkasnya.
Sebelumnya, seluruh rangkaian perjalanan KRL relasi Bogor-Jakarta hanya berhenti sampai di Stasiun Manggarai. Sejumlah perjalanan mengalami keterlambatan, karena antrean masuk menuju Stasiun Manggarai.
"Kendala operasional Commuterline Bogor imbas anjloknya rangkaian Commuter No. 1189 relasi Bogor-Jakarta Kota pada Selasa pagi (5/8) sekitar pukul 07.17 WIB di emplasemen Stasiun Jakarta Kota," kata pengumuman KAI.
Gangguan perjalanan KRL Commuter Line pada Senin (5/8/2025) pagi ini disebabkan anjloknya kereta di Stasiun Jakarta Kota pukul 07.10 WIB.
Kereta anjlok ini berdampak ke sejumlah perjalanan kereta lainnya, khususnya KRL Commuter Line relasi Bogor-Jakarta Kota.
"KAI Commuter akan melakukan upaya rekayasa pola operasi guna memastikan perjalanan Commuter Line lainnya tetap terlayani, khususnya pada lintas Bogor-Manggarai," tulisnya.
(mef/spt)































