Logo Bloomberg Technoz

RAPBN 2026

Performa Blok Rokan-Cepu Stagnan, Lifting Minyak 2026 Bakal Berat

Azura Yumna Ramadani Purnama
15 August 2025 17:50

Pengeboran Sumur MNK Kedua Blok Rokan. (dok: Kementerian ESDM)
Pengeboran Sumur MNK Kedua Blok Rokan. (dok: Kementerian ESDM)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Pakar industri migas memandang target produksi siap jual atau lifting minyak mentah (crude) yang ditetapkan pemerintah di level 610.000 barel per hari (bph) dalam RAPBN 2026 akan sulit tercapai.

Proyeksi itu memperhitungkan minimnya proyek baru di dua blok minyak raksasa, yakni; Blok Cepu dan Blok Rokan yang selama ini menjadi kontributor utama lifting minyak Indonesia.

Direktur Utama PT Petrogas Jatim Utama Cendana (PJUC) Hadi Ismoyo berpendapat dua blok tersebut merupakan tulang punggung lifting minyak nasional, dengan persentase total sekitar 55% produksi migas Indonesia.


Blok Cepu sepanjang tahun ini diprediksi dapat memproduksi minyak 160.000 bph, sementara Blok Rokan 170.000 bph. Menurut Hadi, absennya pengembangan dua proyek tersebut pada 2026 menyebabkan target lifting yang dipatok sukar tercapai.

Adapun, pemerintah baru saja meresmikan peningkatan produksi Blok Cepu pada tahun ini yang diprediksi menambah lifting sebanyak 30.000 bph dari Lapangan Banyu Urip Infil Clastic (BUIC).