Beberapa negara besar baru-baru ini menyatakan akan mengakui negara Palestina pada pertemuan Majelis Umum PBB September mendatang. Prancis, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru termasuk di antaranya.
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri (Menlu) RI Sugiono mengatakan pemerintah akan mengirimkan 10.000 ton beras ke Palestina. Hal ini disampaikannya pada aksi Bersatu Padu Selamatkan Gaza yang digelar di Monumen Nasional (Monas) Jakarta Pusat, Minggu (3/8/2025).
"Kita juga akan mengirimkan bantuan makanan, 10.000 ton beras dalam waktu dekat ke Palestina. Sekali lagi ini adalah rasa kemanusiaan kita yang terusik. Banyak anak-anak, banyak wanita, banyak orang yang tidak berdosa, yang menjadi korban dari kekejian dan kekejaman ini," katanya.
Dia menambahkan sebelumnya sebanyak 4.400 ton bantuan logistik sudah dikirim ke Gaza. Menurutnya, hal ini merupakan bentuk dan wujud dari aksi nyata bangsa Indonesia menentang genosida yang menimpa rakyat Palestina.
Selain itu, pemerintah juga telah membantu Palestina melalui pintu-pintu diplomasi dan meja perundingan untuk menyuarakan kondisi Gaza. Sebab, ia menegaskan kemerdekaan Palestina menjadi salah satu agenda pemerintahan Prabowo, yang bukan sebatas ungkapan belaka melainkan amanah dari UUD 1945.
"Sejak awal pada pidato pelantikan Presiden Prabowo di gedung DPR-MPR, beliau memasukkan urusan Palestina sebagai agenda dari pemerintahan beliau. Beliau menyampaikan bahwa kemerdekaan Palestina adalah bagian dari perjuangan bangsa Indonesia," sebutnya.
Berdasarkan daata Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas, agresi Israel di Gaza telah menewaskan lebih dari 61.000 warga Palestina, mayoritas anak-anak dan perempuan. 169 orang, termasuk 93 anak-anak, juga dilaporkan meninggal akibat kekurangan gizi.
(ros)































