Pemerintah mencatat lifting gas bumi mencapai 1 juta barel setara minyak per hari (boepd) sampai periode yang berakhir Juni 2025, naik 1,83% dari capaian lifting gas bumi tahun sebelumnya di level 982 ribu boepd.
Di sisi lain, jumlah produksi batu bara sepanjang semester I-2025 terkoreksi dalam ke level 357,6 juta ton, susut 12,05% dibandingkan dengan capaian produksi sepanjang semester I-2024 di angka 406,6 juta ton.
“Pencapain produksi batu bara hingga Juli 2025 telah mencapai 54,43% dari target tahun 2025 atau sebesar 395,18 juta ton,” dikutip dari lampiran pidato.
Lewat lampiran pidato yang sama, pemerintah tengah mendorong sejumlah proyek strategis di sektor migas untuk meningkatkan lifting di antaranya pengembangan Lapangan Abadi Wilayah Kerja Masela dan North Hub Development Project Selat Makassar.
Selain itu, pemerintah turut mendorong proyek strategis seperti pembangunan kilang gross root refinery (GRR) Tuban, upgarding kilang eksisting atau refinery development master plan (RDMP), dan pembangunan pipa transmisi gas bumi ruas Cirebon-Semarang (Cisem) Tahap II dan ruas Dumai-Sei Mangkei (Dusem).
(naw)































