Logo Bloomberg Technoz

Inflasi Grosir AS Melesat, Rupiah Mungkin Tergelincir Lemah Lagi

Tim Riset Bloomberg Technoz
15 August 2025 07:58

Rupiah Terlemah di Asia, Imbas Keputusan Penurunan BI Rate (Bloomberg Technoz)
Rupiah Terlemah di Asia, Imbas Keputusan Penurunan BI Rate (Bloomberg Technoz)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Rupiah kemungkinan akan mengalami lagi tekanan akibat sentimen global yang berbalik negatif pasca data inflasi harga produsen (PPI) Amerika Serikat tadi malam mengejutkan para pelaku pasar karena angkanya lebih tinggi ketimbang prediksi.

Indeks dolar AS bangkit lagi di mana pada penutupan bursa New York kemarin, DXY ditutup naik 0,42% di level 98,25. Pagi ini, DXY bergerak di kisaran 98,17, sedikit lebih rendah.

Kebangkitan lagi indeks dolar AS menekan mata uang yang jadi lawannya. Di pasar offshore, rupiah NDF juga ditutup melemah kemarin 0,42% di level Rp16.183/US$ meski dalam sesi perdagangan sebelumnya sempat menyentuh level terkuat sepanjang tahun karena ekspektasi penurunan tingkat bunga acuan Federal Reserve yang membesar.


Jumat pagi ini (15/8/2025), menjelang pidato Presiden RI Prabowo Subianto di Gedung DPR-MPR mengenai rencana anggaran (RAPBN) tahun 2026 serta nota keuangan, rupiah NDF di bursa Singapura diperdagangkan di kisaran Rp16.176/US$. 

Posisi itu lebih lemah dibanding posisi penutupan rupiah di pasar spot kemarin yaitu di Rp16.110/US$, yang sebenarnya menjadi posisi terkuat rupiah tahun ini.