Menurut Alfons, ancaman ini membuat kejahatan digital menjadi lebih mudah dilakukan dan lebih sulit diidentifikasi oleh pihak keamanan siber.
Mengapa Dark AI Sulit Dikendalikan?
Tidak adanya regulasi yang ketat membuat Dark AI tumbuh tanpa batas. Berbeda dengan platform AI resmi yang memiliki protokol keamanan, Dark AI sering dikembangkan di forum bawah tanah (dark web) dan dibagikan secara ilegal. Faktor-faktor yang membuatnya sulit dikendalikan antara lain:
-
Akses Bebas Tanpa Filter
-
Anonimitas Pengguna di jaringan gelap
-
Distribusi Global yang sulit diblokir sepenuhnya
-
Kemampuan Adaptasi Cepat terhadap teknologi keamanan terbaru
Langkah Pencegahan dan Perlindungan
Meskipun ancaman Dark AI nyata, masyarakat dan perusahaan bisa mengambil langkah pencegahan untuk mengurangi risiko:
-
Edukasi Literasi Digital → Mengajarkan masyarakat cara mengenali phishing, malware, dan penipuan online.
-
Penguatan Sistem Keamanan Siber → Menggunakan firewall, enkripsi, dan autentikasi multi-faktor.
-
Pemantauan Aktivitas Jaringan → Mengidentifikasi pola serangan sejak dini.
-
Kerja Sama Internasional → Negara dan perusahaan teknologi perlu berkolaborasi untuk menekan penyebaran Dark AI.
Alfons menegaskan, “Dengan atau tanpa Dark AI, masyarakat tetap harus waspada. Namun, dengan adanya Dark AI, tingkat kewaspadaan harus meningkat dua kali lipat.”
Dark AI adalah ancaman baru di dunia digital yang mengubah lanskap keamanan siber. Teknologi ini mempermudah pelaku kejahatan untuk melakukan serangan yang lebih cepat, efektif, dan sulit dilacak. Tanpa regulasi yang kuat, Dark AI berpotensi menjadi “senjata siber” paling berbahaya di masa depan.
Kuncinya adalah kesadaran, edukasi, dan kolaborasi global untuk memastikan bahwa perkembangan AI dimanfaatkan demi kemajuan, bukan kehancuran.
(seo)































