"Perdagangan perbatasan antara China dan India telah lama memainkan peran penting dalam meningkatkan kesejahteraan penduduk perbatasan kedua negara," kata Kemlu China, Kamis (14/8/2025), menjawab pertanyaan Bloomberg News.
Kemlu India tidak membalas email yang meminta informasi lebih lanjut.
Selama lebih dari tiga dekade, India dan China sudah memperdagangkan barang-barang produksi lokal—seperti rempah-rempah, karpet, furnitur kayu, pakan ternak, tembikar, tanaman obat, barang-barang elektronik, dan wol—melalui tiga titik perbatasan tertentu di perbatasan Himalaya yang disengketakan sepanjang 3.488 km.
Berdasarkan data pemerintah terbaru yang tersedia, nilai perdagangannya relatif kecil, diperkirakan hanya US$3,16 juta pada tahun 2017–2018.
Titik-titik perdagangan tersebut ditutup selama pandemi Covid-19, bertepatan dengan memburuknya hubungan antara kedua negara setelah bentrokan perbatasan di Himalaya menewaskan 20 tentara India dan setidaknya empat tentara China.
Rencana pemulihan hubungan ini menandai tanda lain bahwa hubungan kedua negara tetangga itu secara bertahap membaik setelah kedua belah pihak mengambil langkah tahun lalu untuk mengakhiri ketegangan perbatasan.
China dan India akan memulihkan koneksi penerbangan langsung mulai bulan depan, seperti dilaporkan Bloomberg News pada Selasa, sementara Beijing telah melonggarkan pembatasan pada beberapa pengiriman pupuk ke India.
Perdana Menteri Narendra Modi diperkirakan akan bertolak ke China untuk pertama kalinya dalam tujuh tahun pada Agustus ini untuk menghadiri KTT Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO) yang dipimpin Beijing dan mengadakan pertemuan bilateral dengan Presiden Xi Jinping di sela-sela acara tersebut.
Pemulihan hubungan kedua negara ini terjadi di tengah memburuknya hubungan antara New Delhi dan Presiden AS Donald Trump, yang memberlakukan tarif 50% atas ekspor India ke AS, jauh lebih tinggi daripada tarif yang dikenakan pada negara-negara tetangga.
(bbn)































