Sejumlah saham–saham juga menjadi pendukung utama IHSG pada perdagangan Sesi I. Saham–saham teknologi, saham kesehatan, dan saham energi mencatatkan kenaikan paling tinggi, dengan masing–masing menguat 3,78%, 1,22%, dan 0,87%. Melesat tingginya IHSG sampai dengan ATH merupakan efek secara langsung dari kenaikan sejumlah saham Big Caps.
Berikut diantaranya berdasarkan data Bloomberg, Kamis (14/8/2025).
- DCI Indonesia (DCII) menyumbang 33,11 poin
- Dian Swastatika Sentosa (DSSA) menyumbang 17,23 poin
- Telkom Indonesia (TLKM) menyumbang 10,3 poin
- Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 7,61 poin
- Kalbe Farma (KLBF) menyumbang 1,98 poin
- Elang Mahkota Teknologi (EMTK) menyumbang 1,81 poin
- Indofood CBP Sukses Makmur (ICBP) menyumbang 1,8 poin
- Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 1,57 poin
- Barito Pacific (BRPT) menyumbang 1,24 poin
- Unilever Indonesia (UNVR) menyumbang 1,21 poin
Adapun saham teknologi juga jadi pendorong penguatan IHSG, PT Sumber Sinergi Makmur Tbk (IOTF) yang menguat 22,8%, dan saham PT Topindo Solusi Komunika Tbk (TOSK) yang mencetak kenaikan 12%.
Disusul oleh penguatan saham–saham kesehatan, saham PT Hetzer Medical Indonesia Tbk (MEDS) meroket 5,88%, saham PT Brigit Biofarmaka Teknologi Tbk (OBAT) juga menguat dengan kenaikan 5,56%, dan saham PT Mayapada Hospital Tbk (SRAJ) melesat 4,09%.
(fad/wep)




























