Logo Bloomberg Technoz

Sementara itu, kilang milik negara India membeli sebagian kargo dari sumber non-Rusia untuk mengantisipasi tarif tambahan 25% yang diberlakukan Trump atas ekspor India ke AS.

Dampak terhadap arus minyak Rusia kemungkinan baru terlihat dalam beberapa pekan ke depan.

Perusahaan dapat melewatkan pembelian spot minyak Rusia untuk pengapalan Oktober, namun masih menunggu arahan resmi pemerintah.

Dampak nyata baru akan terlihat saat kargo tersebut dimuat dan  bisa saja tetap dikirim dengan harapan situasi terselesaikan sebelum kapal tiba di India.

Tarif itu dijadwalkan berlaku pada 27 Agustus dan berpotensi dibatalkan. Trump juga mengisyaratkan kemungkinan tarif tambahan untuk China, meski penasihat perdagangan Gedung Putih Peter Navarro menilai peluangnya kecil.

Untuk saat ini, pasar belum memperhitungkan gangguan besar pada ekspor minyak Rusia.

Trump dijadwalkan bertemu Putin di Alaska pada Jumat untuk membahas perang di Ukraina. Sementara itu, pengiriman minyak dari pelabuhan Rusia tetap lancar.

Sebagian besar pengiriman dari Pasifik menuju China, sementara pelayaran dari Baltik ke pantai barat India memakan waktu sekitar sebulan, memberi peluang tarif tambahan bagi India dibatalkan sebelum kapal tiba.

Pengiriman minyak mentah Rusia melalui jalur laut. (Bloomberg)

Di sisi lain, Ukraina meningkatkan serangan ke kilang Rusia. Kilang Ryazan dan Novokuibyshevsk milik Rosneft terkena serangan awal Agustus, sementara serangan ke kilang Saratov pada Minggu menghentikan pasokan minyak mentah.

Tingkat pengolahan yang lebih rendah dapat menambah volume ekspor, namun butuh waktu hingga gangguan di kilang yang rusak terlihat dalam data pengiriman. Serangan ini terjadi saat Rusia berupaya meningkatkan pengolahan minyak untuk memenuhi kebutuhan BBM domestik.

Tanker memuat minyak mentah di terminal Rusia. (Bloomberg)

Pelacakan pengiriman dari pelabuhan Pasifik makin sulit akibat meningkatnya sinyal posisi kapal palsu (spoofing), pola yang sebelumnya muncul di Baltik, Laut Hitam, dan sekitar Murmansk.

Bloomberg mengombinasikan data AIS kapal, laporan agen pelabuhan, dan citra satelit untuk memantau arus minyak. Spoofing yang meningkat dapat membuat sebagian kapal terlewat dan memicu revisi data historis.

Volume Ekspor

Sebanyak 30 tanker mengangkut 23,31 juta barel minyak Rusia dalam sepekan hingga 10 Agustus, naik dari 22,72 juta barel pada jumlah kapal yang sama sepekan sebelumnya.

Rata-rata empat minggu hingga 10 Agustus berada di 3,11 juta barel per hari, turun 100.000 barel per hari dari periode hingga 3 Agustus.

Pengiriman minyak mentah Rusia melalui jalur laut. (Bloomberg)

Angka ini meredam fluktuasi mingguan untuk memberi gambaran tren jangka menengah.

Berdasarkan angka mingguan yang lebih volatil, pengiriman naik 80.000 barel menjadi 3,33 juta barel per hari, didorong muatan lebih besar di Novorossiysk.

Pengiriman minyak mentah ke Asia. (Bloomberg)

Satu kargo minyak KEBCO asal Kazakhstan juga dikirim dari Novorossiysk pada pekan itu.

Nilai Ekspor

Nilai kotor ekspor Rusia turun sekitar US$50 juta atau 4% menjadi US$1,38 miliar pada pekan hingga 10 Agustus, dari US$1,43 miliar sepekan sebelumnya. Kenaikan volume tipis tidak mampu mengimbangi harga rata-rata minyak Rusia yang lebih rendah.

Pengiriman minyak mentah Rusia ke pembeli Asia dalam juta barel per hari. (Bloomberg)

Kargo Urals dari Baltik dan Laut Hitam turun sekitar US$3 per barel menjadi rata-rata US$57,26 dan US$57,59 per barel. Harga ESPO, jenis utama Pasifik, turun US$4 menjadi rata-rata US$63,10 per barel. Harga jual di India merosot US$3,10 menjadi US$66,79 per barel, menurut Argus Media.

Pengiriman minyak mentah Rusia melalui jalur laut. (Bloomberg)

Secara rata-rata empat minggu, harga ekspor Urals dari Baltik dan Laut Hitam turun sekitar US$0,50 per barel menjadi masing-masing US$58,80 dan US$59 per barel, sementara ESPO Pasifik turun US$0,40 menjadi US$65,01 per barel.

Nilai ekspor dengan basis ini juga turun sekitar US$50 juta dari periode hingga 3 Agustus, menjadi rata-rata US$1,33 miliar per pekan.

Tujuan Pengiriman

Pengiriman ke pelanggan Asia, termasuk yang belum mencantumkan tujuan akhir, turun menjadi 2,73 juta barel per hari dalam 28 hari hingga 10 Agustus, dari 2,79 juta barel per hari pada periode hingga 3 Agustus.

Angka ini mencakup sekitar 530.000 barel per hari dari pelabuhan barat yang tercatat menuju Port Said atau Terusan Suez, atau dari pelabuhan Pasifik tanpa tujuan jelas, serta tambahan 50.000 barel per hari dari tanker yang belum memberi sinyal tujuan.

Pendapatan kotor dari ekspor minyak mentah via jalur laut. (Bloomberg)

Volume minyak di kapal tanpa tujuan akhir yang jelas meningkat dalam beberapa pekan terakhir, dengan banyak kapal baru mengirimkan tujuan pasti saat mendekati pelabuhan bongkar. Sebelumnya, banyak kapal memberi sinyal tujuan sejak di Laut Merah.

Terlalu dini untuk memastikan apakah ancaman tarif tambahan Trump terhadap impor India memengaruhi pembelian minyak Rusia oleh negara tersebut. Penurunan sementara pengiriman ke India bisa berbalik saat tujuan kapal di kategori Unknown Asia dan Other Unknown teridentifikasi.

Pengiriman minyak mentah Rusia ke Eropa dan Mediterania. (Bloomberg)

Pengiriman ke Turki dalam empat minggu hingga 10 Agustus turun menjadi sekitar 280.000 barel per hari — level terendah sejak Mei. Sementara itu, ekspor ke Suriah rata-rata sekitar 70.000 barel per hari.

(bbn)

No more pages