Pasar menyambut baik kabar dari Amerika Serikat (AS). Bloomberg melaporkan, Presiden AS Donald Trump memperpanjang jeda kenaikan tarif impor asal China selama 90 hari ke depan.
Trump menandatangani perintah perpanjangan gencatan hingga 10 November, menunda kenaikan tarif yang seharusnya berlaku Selasa ini.
De–eskalasi dimulai saat AS dan China sepakat mengurangi aksi saling balas kenaikan tarif dan melonggarkan pembatasan ekspor pada magnet tanah jarang serta sejumlah teknologi tertentu.
“Semua elemen lain dari kesepakatan akan tetap sama,” tulis Trump di Truth Social.
Tercapainya gencatan tarif antara Amerika Serikat dan China, memberi sentimen positif bagi pasar.
Kesepakatan ini berpotensi membuka jalan bagi Trump untuk mengunjungi China dan bertemu Presiden Xi Jinping pada Oktober, bertepatan dengan pertemuan internasional di Korea Selatan yang kemungkinan akan ia hadiri.
(fad)




























