Namun, hasil jasa asuransi pada semester I-2025 anjlok 51,47% menjadi Rp302,75 miliar dari sebelumnya Rp623,86 miliar.
Hasil investasi TUGU di periode tersebut yan naik 22,94% secara tahunan menjadi Rp316,66 miliar tak mampu mengkompensasi penurunan-penurunan tersebut.
Alhasil, pendapatan usaha bersih TUGU menyusut 23,41% secara tahunan menjadi Rp877,25 miliar, yang pada akhirnya menekan laba bersih TUGU.
Isu akuisisi PertaLife oleh TUGU muncul belum lama ini. Meski belum ada dokumen terkait yang diterima, namun Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung rencana tersebut.
Pasalnya, akuisisi PertaLife oleh TUGU dinilai akan memperkuat permodalan perusahaan sehingga membuat ekspansi menjadi lebih fleksibel.
Manajemen TUGU belum memberikan tanggapannya atas isu ini. Sedang PertaLife akan mematuhi arahan pemegang saham.
Kami mendukung penuh setiap langkah strategis yang bertujuan memperkuat kinerja perusahaan, meningkatkan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan, serta mendorong pertumbuhan industri asuransi nasional secara berkelanjutan,” ujarnya kepada Bloomberg Technoz, Selasa (12/8/2025).
(dhf)































