Sementara indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 7. Jauh d bawah 20 yang berarti sangat jenuh jual (oversold).
Untuk perdagangan hari ini, harga batu bara berpeluang naik. Maklum, koreksinya sudah lumayan dalam.
Target resisten terdekat adalah US$ 114/ton yang menjadi Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka US$ 116/ton yang merupakan MA-10 bisa menjadi target selanjutnya.
Adapun target support terdekat adalah US$ 11/ton. Penembusan di titik ini berisiko membuat harga batu bara jatuh lagi ke rentang US$ 106-105/ton.
Pasokan Melimpah
Harga batu bara mengendur setelah sempat mengalami reli. Harga komoditas ini berada di titik tertinggi dalam hampir 6 bulan terakhir pada 28 Juli lalu.
Sejak puncak tersebut hingga akhir pekan lalu, harga sudah terpeleset 2,21%.
Bayangan akan melimpahnya pasokan kembali menghantui benak pelaku pasar. Pada Juni, produksi batu bara China naik 3,6% dari periode yang sama tahun sebelumnya.
Untuk 2025, China menargetkan produksi naik 1,5% menjadi 4,82 miliar ton. Jika terwujud, maka Ini akan menjadi rekor tertinggi sepanjang sejarah.
Sedangkan permintaan masih lemah. Produksi listrik dari energi fosil di China pada kuartal I-2025 turun 4,7% secara tahunan.
(aji)
































