Hanya saja, kontribusi dari sektor minerba masih terpaut jauh dari target yang ditetapkan tahun ini sebesar Rp121 triliun.
Sementara itu, setoran dari sektor EBTKE dan sektor lainnya masing-masing sebesar Rp1,09 triliun dan Rp6,2 triliun.
Di sisi lain, serapan tenaga kerja di sektor migas, minerba, ketanagalistrikan dan energi baru terbarukan (EBT) mencapai 753.578 orang selama semester I-2025.
Adapun, Kementerian ESDM mencatat realisasi investasi pada semester I-2025 mencapai US$13,9 miliar atau sekitar Rp225,5 triliun (asumsi kurs Rp16.250 per dolar AS).
Realisasi investasi itu naik sekitar 24,1% dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya di angka US$11,2 miliar. Malahan, menurut Kementerian ESDM, realisasi investasi paruh pertama 2025 ini menjadi yang tertinggi dalam kurun 5 tahun terakhir.
Berdasarkan sektornya, realisasi investasi migas mencatatkan kinerja signifikan dengan torehan US$8,1 miliar atau naik 28,75% dibandingkan dengan posisi investasi semester I-2024 di angka US$6,3 miliar.
Selanjutnya, realisasi investasi pada sektor minerba mencapai US$3,1 miliar sampai akhir Juni 2025. Realisasi investasi sektor minerba itu naik 29,17% dibandingkan dengan posisi investasi periode yang sama tahun sebelumnya di angka US$2,4 miliar.
Adapun, realisasi investasi pada sektor listrik sebesar US$1,9 miliar dan EBT sebesar US$0,8 miliar.
(red/naw)






























