China telah lama mengkhawatirkan pasokan kedelainya, yang merupakan komponen penting dalam diet dan pakan ternak negara tersebut.
Beijing menghadapi batas waktu 12 Agustus untuk berakhirnya gencatan perang tarifnya dengan AS. Meski begitu, pemerintahan Trump telah mengisyaratkan akan memperpanjang tenggat waktu tersebut.
China telah meningkatkan pembelian kedelai dari pemasok utamanya, Brasil, dan juga sedang menguji kiriman percobaan bungkil kedelai dari Argentina, untuk mengamankan pasokan bahan pakan ternaknya di tengah perang dagang dengan AS.
Menurut data dari Departemen Pertanian AS, pembeli terbesar minyak nabati di dunia tersebut belum memesan kargo kedelai AS hingga akhir Juli untuk tahun pemasaran mendatang yang dimulai pada September.
China setuju untuk meningkatkan pembelian produk pertanian AS seperti kedelai selama perjanjian perdagangan fase satu yang dicapai pada masa jabatan pertama Trump. Beijing gagal mencapai target pembelian sesuai pakta tersebut.
Meski China dan AS berusaha mencapai kesepakatan dagang, masalah-masalah lain memperumit hubungan mereka. Pekan lalu, China membela impor minyak Rusia, menepis ancaman tarif baru AS setelah Washington mengenakan pungutan sekunder terhadap India karena membeli energi dari Moskow.
Dan pada Minggu, akun media sosial yang berafiliasi dengan China Central Television (CCTV) milik pemerintah, yang secara rutin mencerminkan pandangan Beijing mengenai perdagangan, mengecam dugaan kerentanan keamanan dan inefisiensi pada cip Nvidia Corp.
Pada Juli, pemerintahan Trump mengubah keputusannya dengan mengizinkan Nvidia menjual akselerator AI H20 ke China.
(bbn)































