Akhir pekan lalu, Bitcoin amat perkasa dengan kenaikan 4,5% sejak awal hari Sabtu, membuka persepsi di pasar bahwa aset digital ini bakal terus diperdagangkan menuju rekor tertinggi sepanjang masa.
Data minat terbuka (open interest) atas BTC tercatat 7.834. Pada saat bersamaan muncul lonjakan volume pembelian spot dan perpetual, menurut data dari platform derivatif Coinalyze, dikutip dari Decrypt, Senin, memberi sinyal adanya posisi speculative long.
Data Coingecko menunjukkan akumulasi Bitcoin sebagai perdagangan oleh perusahaan dan investor kakap tercatat US$114 miliar. Tren kenaikan juga terjadi pada Ether, dengan segmen korporasi telah mengakumulasi minat ETH sebagai kas aset digital sekitar US$13 miliar, dilansir dari Strategicethreserve.xyz.
“Kenaikan harga Bitcoin menuju rekor tertinggi didukung oleh aliran dana institusional yang stabil ke kas korporasi, ETF spot di pasar AS, dan pergeseran sentimen setelah tarif baru AS terhadap batangan emas impor,” kata Rachael Lucas, analis kripto di BTC Markets dilaporkan Bloomberg News.
“Dengan emas menghadapi kendala pasokan dan risiko kebijakan, peran Bitcoin sebagai penyimpan nilai tanpa batas dan bebas tarif semakin mendapat perhatian di kalangan investor.”
Nilai kapitalisasi Bitcoin sudah menyentuh US$2,42 triliun, dominan dari total keseluruhan aset kripto dunia di US$4,13 triliun. Bitcoin menjadi aset peringkat keenam terbesar dalam klasemen market cap, sudah mengungguli raksasa teknologi AS seperti Tesla, Amazon dan Meta Platforms.
Baca Juga: Beli Bitcoin Jangan Hanya karena FOMO
Market cap Bitcoin yang berselisih tipis dari induk Google, Alphabet di US$2,44 triliun namun masih terpaut jauh dari aset paling bernilai saat ini, emas batangan di US$23,09 triliun.
Aset dengan nilai kapitalisasi terbesar sepanjang sejarah:
-
Emas US$23,09 triliun
-
Nvidia US$4,45 triliun
-
Microsoft US$3,8 triliun
-
Apple US$3,4 triliun
-
Alphabet US$2,44 triliun
-
Bitcoin US$2,42 triliun
-
Amazon US$2,37 triliun
-
Perak US$2,1 triliun
-
Meta Platforms US$1,93 triliun
-
Saudi Aramco US$1,45 triliun
(far/wep)





























