Neel Kashkari, Gubernur The Fed Minneapolis, juga mengungkap kekhawatirannya atas perlambatan yang terlihat pada berbagai data.
"Ekonomi sedang melambat," kata Kashkari dalam wawancara dengan CNBC pada Rabu. "Dalam waktu dekat, mungkin akan tepat untuk mulai menyesuaikan federal funds rate," jelasnya, merujuk pada suku bunga acuan bank sentral.
Kashkari menambahkan bahwa dia masih memperkirakan The Fed akan menurunkan suku bunga dua kali sebelum akhir tahun 2025.
Data yang dipublikasikan pekan lalu menunjukkan penurunan tajam pasar tenaga kerja dalam beberapa bulan terakhir.
Menurut Biro Statistik Tenaga Kerja, jumlah lapangan kerja yang dibuka perusahaan pada Juli lebih rendah dari perkiraan, hanya sebanyak 73.000, dan penambahan tenaga kerja dalam dua bulan sebelumnya direvisi turun hampir 260.000. Tingkat pengangguran naik tipis menjadi 4,2% dari 4,1% pada Juni.
Penyesuaian Kebijakan
Daly mengatakan perubahan suku bunga akan menyesuaikan kebijakan agar lebih sesuai dengan risiko terhadap target inflasi dan pengangguran The Fed, yang menurutnya "kurang lebih seimbang."
Namun, Gubernur The Fed San Francisco itu mengatakan bank sentral masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk sepenuhnya mendinginkan inflasi hingga target 2%.
Dia menambahkan bahwa tarif akan menaikkan harga dalam waktu dekat, tetapi dampaknya kemungkinan tidak akan cukup bertahan lama untuk direspons oleh bank sentral.
Awal pekan ini, Daly mengatakan dua kali pemotongan suku bunga kemungkinan tepat tahun ini, tetapi The Fed mungkin perlu memangkas lebih dari dua kali.
Para pembuat kebijakan mempertahankan suku bunga pada akhir Juli dan akan bertemu lagi pada September. Mereka akan mengadakan dua pertemuan lagi setelah itu pada tahun 2025.
(bbn)
































