Logo Bloomberg Technoz

Greenwashing merupakan sebuah klaim berlebihan atas kampanye iklim atau aktivitas ramah lingkungan sebuah perusahaan. Banyak pihak menerapkan pola greenwashing yang ‘tidak sesuai dengan kenyataan’ dan mengarahkan kampanye mereka atas komitmen “hijau”.

Kampanye #SHEINTHEKNOW menyatakan sebelumnya sebagai sebuah produk daur ulang namun fakta menunjukkan ketidakakuratan atau “setidaknya membingungkan.”

AGCM  menyatakan “klaim yang digunakan Shein untuk mempresentasikan, mendeskripsikan, dan mempromosikan pakaian dalam lini evoluSHEIN by Design menonjolkan penggunaan serat “hijau” tanpa secara jelas menyebutkan manfaat lingkungan yang signifikan dari produk-produk ini sepanjang siklus hidupnya, dan tanpa menjelaskan bahwa lini ini tetap menjadi porsi kecil dari total penawaran merek Shein.”

Baca: Waspada Greenwashing, Klaim 'Ramah Lingkungan' Perusahaan Dunia

AGCM memaparkan bahwa niat Shein atas pengurangan emisi gas rumah kaca sebesar 25% pada tahun 2030 dan mencapai nol emisi pada tahun 2050 disajikan dengan cara yang samar dan generik — dan bahkan bertentangan dengan peningkatan aktual emisi gas rumah kaca Shein pada tahun 2023 dan 2024. 

Dalam pernyataan, Shein mengatakan telah bekerja sama sepenuhnya dengan AGCM dan mengambil tindakan segera untuk menangani masalah yang diangkat, dilaporkan Reuters.

Menurut laporan dari lembaga riset konsumen Inggris, Mintel, 46% brand kecantikan dan higienitas memiliki klaim lingkungan atau etika pada tahun 2019, naik dari 27% pada tahun 2015. Pada studi lain dari Pusat Penelitian Kebijakan Konsumen Australia (Consumer Policy Research Centre/CPRC) menemukan bahwa seorang konsumen di Australia dapat melihat 122 klaim ramah lingkungan dalam periode 24 jam. Kurang dari sepertiganya memiliki verifikasi atau rincian yang memungkinkan seseorang menilai keakuratannya, dilaporkan Bloomberg News.

Shein sangat agresif dalam menjalankan operasi bahkan aktif menembus pasar-pasar potensial termasuk Indonesia. Namunn di Indonesia kehadirannya ditolak, bersama dengan ritel online fashion yang tengah naik daun lainnya, Temu asal China.

Pemerintah menilai Shein atau peritel online sejenisnya  mengusung format direct to consumer atau menjual produk langsung tanpa perantara. Jika diberi ruang Shein akan merusak industri fashion dalam negeri. Shein adalah perusahaan baru yang asli China namun berkantor pusat di Singapura. 

(far/wep)

No more pages