"Selain itu, indikator konsumsi domestik seperti penjualan ritel dan penjualan kendaraan bermotor juga menunjukkan tren pelemahan, merefleksikan penurunan kepercayaan konsumen," tutur dia.
Namun demikian, Josua mengatakan sejumlah sektor lain masih diproyeksi akan mampu memberikan kontribusi positif, meski masih terbatas, sepert belanja pemerintah yang sebelumnya mengalami kontraksi di kuartal I (-1,38% yoy).
Pada kuartal II justru akan membaik ke level pertumbuhan positif sekitar 1,78%, yang disebabkan dorongan percepatan realisasi Anggaran Belanja dan Pendapatan (APBN) 2025, khususnya pada bulan Juni 2025.
Selain itu, ada juga sektor investasi yang tecermin dalam Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) diproyeksi naik dari 2,12% yoy menjadi 3,71% yoy, didorong oleh kenaikan konsumsi semen dan peningkatan impor barang modal, yang mengindikasikan pemulihan aktivitas konstruksi dan investasi infrastruktur.
Efek Tarif Masih Terasa
Josua juga mengatakan hingga saat ini efek perang dagang global, khususnya kebijakan tarif Amerika Serikat (AS) terhadap Indonesia masih tetap menjadi risiko utama bagi perekonomian domestik, meskipun telah dikurangi dari 32% menjadi 19%.
"Perdagangan internasional Indonesia tetap akan dibayangi ketidakpastian, sehingga kinerja ekspor-impor cenderung stagnan, meskipun masih mencatat surplus secara keseluruhan," tutur dia.
Di sisi positifnya, penurunan tarif impor AS menjadi 0% akan sedikit mendorong investasi domestik karena akses barang modal dari AS menjadi lebih murah, tetapi secara bersamaan juga dapat meningkatkan impor secara signifikan, yang berpotensi menekan surplus perdagangan.
Dia pun memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia kemungkinan besar akan tetap berada di bawah 5%, yaitu sekitar 4,5–4,9% yoy, hingga akhir tahun ini, yang juga masih rendah dibandingkan 2024 yang mencapai 5,03%.
"Hal ini mengindikasikan bahwa kondisi global, terutama dampak dari Trade War 2.0, akan terus menjadi tantangan utama bagi perekonomian nasional sepanjang tahun."
(ibn/roy)































