Pada segmen Consumer, Telkomsel mencatat pendapatan sebesar Rp53,8 triliun. Bisnis digital menyumbang 90,6% dari total pendapatan seluler. Trafik data meningkat 20,1% YoY menjadi 11.715.570 TB, mencerminkan kebutuhan masyarakat terhadap layanan data yang semakin besar. Hingga Juni 2025, Telkomsel mengoperasikan 280.434 BTS, termasuk 2.537 BTS 5G.
Di segmen Enterprise, Telkom membukukan pendapatan Rp10,0 triliun. Fokus utama adalah penguatan layanan cloud, IT services, dan keamanan siber, termasuk perluasan IndiBiz untuk UKM. Sementara itu, pendapatan segmen Wholesale dan International tumbuh 4,7% YoY menjadi Rp9,7 triliun, didorong bisnis infrastruktur digital dan layanan suara internasional.
Untuk mendukung agenda konektivitas nasional, Telkom terus memperkuat posisi Infranexia sebagai entitas strategis fiber optik. Di bisnis menara, Mitratel mencatat pendapatan Rp4,6 triliun dengan laba bersih Rp1,1 triliun. Hingga Juni 2025, Mitratel mengelola 39.782 menara dan 60.907 tenant dengan tenancy ratio 1,53x.
Dalam bisnis Data Center dan Cloud, pendapatan mencapai Rp921 miliar. Telkom mengoperasikan 35 data center dengan kapasitas 44 MW dan 2.420 rack edge data center di 30 lokasi domestik dan 5 lokasi internasional. NeutraDC, anak usaha Telkom, mengelola 7 data center dan mencatat tingkat utilisasi sebesar 76%.
Sepanjang semester I 2025, belanja modal Telkom mencapai Rp9,5 triliun atau 13% dari pendapatan, turun 18,7% YoY. Penurunan ini sejalan dengan fokus efisiensi berbasis pengembalian investasi. Lebih dari 50% belanja modal dialokasikan untuk konektivitas digital seperti fiber optik, satelit, kabel bawah laut, dan menara, sementara sisanya untuk pengembangan data center, layanan cloud, dan inovasi digital lainnya.
(tim)
































