Logo Bloomberg Technoz

Dana tersebut merupakan inti dari kesepakatan yang diumumkan kedua belah pihak yang akan memberlakukan tarif 15% untuk mobil dan produk-produk Jepang lainnya.

Namun, rincian yang disampaikan Akazawa menunjukkan bahwa Jepang mungkin akan memberikan investasi yang jauh lebih sedikit dari yang diumumkan secara terbuka. 

Pernyataan tersebut muncul saat para pejabat dari negara-negara, yang mencapai kesepakatan dengan AS, menelaah ketentuan-ketentuan dagang untuk menjelaskan pada publik apa saja isinya.

"Bukan berarti uang tunai sebesar $550 miliar akan dikirim ke AS," kata Akazawa. "Dengan membiarkan AS mendapat 90% keuntungan, alih-alih 50%, saya pikir kerugian Jepang paling banyak hanya beberapa puluh miliar yen. Orang-orang mengatakan berbagai hal, seperti 'kalian menjual Jepang,' tetapi mereka salah."

Untuk pinjaman yang disalurkan melalui program ini, menurut Akazawa, Jepang hanya akan menerima pembayaran bunga. Jika tidak terjadi sesuatu, untuk jaminan pinjamannya, Jepang juga hanya akan menerima biaya. "Untuk bagian itu, Jepang mendapatkan keuntungan," ujarnya.

Dia juga menjelaskan program investasi ini tidak hanya akan mendukung perusahaan Jepang dan AS. Sebagai contoh potensial, ia memberi contoh perusahaan semikonduktor Taiwan yang sedang membangun pabrik di AS.

"Kami ingin mengalokasikan U$$550 miliar selama masa jabatan Presiden Trump," imbuh Akazawa.

Jepang telah menyebut JBIC dan NEXI sebagai organisasi yang didukung pemerintah yang akan memimpin pembiayaan proyek-proyek tersebut. Untuk JBIC, pada tahun fiskal yang berakhir pada Maret, sekitar 77% asetnya berupa pinjaman dan 6,6% berupa jaminan pinjaman.

Rincian lebih lanjut mengenai implementasi kesepakatan AS-Jepang masih belum jelas, termasuk kapan tarif baru akan berlaku dan kapan instrumen investasi baru akan dimulai.

Belum ada dokumen bersama yang ditandatangani oleh kedua belah pihak atas kesepakatan tersebut, meski Gedung Putih telah menerbitkan lembar fakta.

"Jika Anda mengatakan, 'Mari kita buat dokumen bersama,' mereka akan mengatakan, 'Kami akan menurunkan tarif setelah dokumennya dibuat,'" beber Akazawa.

Agar tidak membuang waktu, "kami akan menuntut mereka mengeluarkan perintah eksekutif untuk menurunkan tarif sesegera mungkin, terlepas dari adanya dokumen apa pun."

Pekan lalu, Akazawa memperkirakan tarif universal untuk ekspor Jepang akan diturunkan menjadi 15% pada 1 Agustus. Ia juga menginginkan tarif mobil dipotong menjadi 15% sesegera mungkin tanpa menyebutkan tanggal pastinya.

Pemerintahan Trump memuji kesepakatan dengan Jepang sebagai model potensial bagi negara-negara lain. Pada Minggu, AS dan Uni Eropa mencapai kesepakatan yang membuat blok tersebut menghadapi tarif 15% untuk sebagian besar ekspornya. Uni Eropa berjanji akan berinvestasi US$600 miliar di AS.

(bbn)

No more pages