Logo Bloomberg Technoz

Investigasi awal menunjukkan bahwa sakelar kontrol bahan bakar pada Boeing Co. 787 Dreamliner dimatikan segera setelah pesawat lepas landas. Meskipun tindakan tersebut dibatalkan sekitar 10 detik kemudian, sudah terlambat untuk mencegah kecelakaan 12 Juni yang menewaskan 260 orang di dalam pesawat dan di darat di kota Ahmedabad.

Bagaimana dan mengapa sakelar-sakelar tersebut dimatikan — yang memutus aliran bahan bakar ke mesin — kini menjadi fokus penyelidikan utama para penyelidik. Para pejabat sedang menyelidiki apakah hal ini disebabkan oleh kegagalan sistem pesawat atau kesalahan manusia.

Meskipun detail baru ini menambah perspektif baru tentang kebingungan di kokpit selama 32 detik antara lepas landas dan kecelakaan, para penyelidik masih belum menarik kesimpulan pasti.

Awal pekan ini, otoritas penerbangan sipil India memerintahkan inspeksi sakelar bahan bakar kokpit pada pesawat Boeing 737 dan 787 yang beroperasi di negara tersebut dalam upaya untuk memastikan apakah kecelakaan itu disebabkan oleh kegagalan peralatan.

Psikolog penerbangan dan spesialis medis juga terlibat dalam investigasi — sebuah praktik umum di industri penerbangan — untuk menyelidiki peran pilot dalam kecelakaan tersebut.

Kopilot mengungkapkan keterkejutannya karena sakelar bahan bakar mati dan kemudian panik, lapor Wall Street Journal, mengutip sumber yang mengetahui penilaian awal bukti oleh pejabat AS. Kapten tampak tetap tenang, menurut laporan tersebut. Asosiasi Pilot Maskapai India telah membantah dugaan tindakan manusia sebagai penyebabnya.

AAIB tidak segera menanggapi permintaan komentar yang dikirim di luar jam kerja normal. Dewan Keselamatan Transportasi Nasional AS, yang membantu investigasi, merujuk pertanyaan kepada otoritas India. Boeing juga merujuk pertanyaan kepada AAIB. Air India dan GE Aerospace, produsen mesin pesawat, menolak berkomentar.

(bbn)

No more pages